Stok Vaksin Rabies Habis, Warga Sanggau Diminta Waspada

  • 01 Agt 2026 20:14 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Disbunnak Sanggau, Ambius Anton menyebut, stok vaksin rabies di Kabupaten Sanggau saat ini telah habis. Di tengah keterbatasan vaksin, masyarakat diminta waspada terhadap potensi kasus gigitan hewan penular rabies.

“Untuk vaksin rabies, stok yang tersedia saat ini memang sudah habis. Karena itu kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap kasus-kasus gigitan hewan yang terjadi di desa maupun wilayah tempat tinggal masing-masing,” kata Anton, Sabtu 1 Agustus 2026.

Kata ia, tahun ini, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sanggau hanya mampu menyediakan sekitar 3.600 dosis vaksin rabies. Jumlah tersebut diperuntukkan bagi sekitar 3.600 ekor hewan penular rabies seperti anjing, kucing, dan kera yang menjadi sasaran vaksinasi.

“Dengan kemampuan anggaran yang ada, tahun ini kami hanya dapat menyediakan sekitar 3.600 dosis vaksin. Jumlah itu tentu masih jauh dari kebutuhan jika dibandingkan dengan populasi hewan penular rabies yang ada di Kabupaten Sanggau,” ujarnya.

Berdasarkan data Disbunnak, populasi hewan penular rabies di Kabupaten Sanggau diperkirakan mencapai lebih dari 50 ribu ekor. Kondisi tersebut membuat cakupan vaksinasi yang dilakukan saat ini belum mampu mencapai target ideal untuk menekan risiko penyebaran rabies.

“Kalau berdasarkan jumlah populasi, tentu cakupan vaksinasi yang ada saat ini belum mencukupi. Minimal untuk menekan kasus rabies, cakupan vaksinasi harus bisa mencapai sekitar 70 persen dari total populasi hewan penular rabies,” jelasnya.

Anton berharap, pada APBD Perubahan tahun 2026 tersedia tambahan anggaran untuk pengadaan vaksin rabies meski jumlahnya kemungkinan tidak terlalu besar. Selain itu, edukasi kepada masyarakat akan terus dilakukan melalui pelayanan kesehatan hewan guna meningkatkan kesadaran tentang pencegahan dan pengendalian rabies di lingkungan masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....