SPMB Sanggau Terkendala Akses, Pemerataan Pendidikan Masih Menjadi Tantangan

  • 09 Jul 2026 11:35 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kabupaten Sanggau masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan di wilayah terpencil. Kondisi geografis yang sulit serta keterbatasan sarana dan prasarana menjadi kendala yang masih dirasakan sejumlah sekolah di daerah perbatasan.

Wakil Kurikulum Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Satu Atap Kecamatan Toba, Edi Sapriyansyah, mengatakan sekolahnya menerapkan kebijakan khusus dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) karena berada di kawasan terpencil di perbatasan Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Ketapang yang dipisahkan oleh aliran sungai, sehingga akses menuju sekolah harus menggunakan sampan setiap hari. Pada pelaksanaan SPMB tahun 2026, sekolah membuka kuota sebanyak 32 peserta didik, namun hingga akhir proses penerimaan jumlah siswa yang mendaftar hanya mencapai 20 orang sehingga kuota satu rombongan belajar belum terpenuhi.

"Rendahnya minat orang tua menyekolahkan anak di tempat kami bukan karena kualitas sekolah, tetapi lebih dipengaruhi faktor geografis dan akses menuju sekolah cukup sulit karena setiap hari siswa harus menyeberangi sungai menggunakan sampan," ungkap Edi Syapriansyah dalam Dialog RRI Sanggau Menyapa, Kamis 9 Juli 2026.

Ia menjelaskan, selain kendala akses, keterbatasan fasilitas pendidikan juga menjadi tantangan dalam mendukung proses belajar mengajar. Meski demikian, para guru tetap berupaya memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi peserta didik dengan semangat dan komitmen yang tinggi.

Edi menyampaikan sekolah di wilayah terpencil seperti SMPN 3 Satu Atap Toba merupakan daerah dengan kondisi khusus yang membutuhkan usaha, motivasi, serta perhatian lebih agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan secara optimal. Karena itu, ia berharap Pemerintah Kabupaten Sanggau terus memberikan dukungan melalui peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, kemudahan akses transportasi, serta kebijakan yang berpihak kepada sekolah-sekolah di daerah terpencil agar pemerataan layanan pendidikan dapat terwujud.

"Sekolah di daerah terpencil membutuhkan perhatian dan dukungan lebih agar proses belajar mengajar dapat berjalan secara optimal,"jelasnya.

Menurutnya Edi pendidikan yang berkualitas harus dapat diakses oleh seluruh anak tanpa terkecuali, termasuk mereka yang tinggal di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang. Dengan dukungan semua pihak, diharapkan pelaksanaan SPMB ke depan dapat berjalan lebih merata sehingga setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....