Pengarusutamaan Gender Wujudkan Perempuan Tangguh Menghadapi Era Digital

  • 06 Jul 2026 14:21 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Peran perempuan, khususnya di wilayah perbatasan, dinilai semakin penting dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui pengarusutamaan gender, perempuan diharapkan memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang, berkarya, serta berpartisipasi aktif dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan, ekonomi, sosial, hingga kepemimpinan.

Aktivis Perempuan Perbatasan Kabupaten Sanggau,Endang Rosmiati mengatakan bahwa perkembangan teknologi digital saat ini telah membuka peluang yang lebih luas bagi perempuan untuk menunjukkan kemampuan, membangun karier, serta memperkuat peran dalam pembangunan daerah. Menurutnya, perempuan tidak lagi hanya berperan di ranah domestik, tetapi juga memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

"Era digital membuka peluang besar bagi perempuan untuk berkembang, berkarya, dan menjadi pemimpin yang membawa perubahan positif," ungkap Endang Rosmiati dalam Obrolan Pengarustamaan Gender RRI Sanggau, Senin 6 Juli 2026.

Ia menjelaskan bahwa pengarusutamaan gender bukan sekadar memberikan kesempatan kepada perempuan, melainkan memastikan adanya kesetaraan hak, akses, partisipasi, kontrol, serta manfaat pembangunan bagi perempuan dan laki-laki, kesetaraan gender harus dipahami sebagai upaya menciptakan keadilan sosial, bukan sebagai bentuk persaingan ataupun saling merendahkan. Selain itu, masih terdapat berbagai tantangan yang dihadapi perempuan, terutama di wilayah perbatasan. karena keterbatasan akses pendidikan, informasi, teknologi, hingga budaya yang masih memandang perempuan sebagai kelompok yang memiliki ruang terbatas menjadi tantangan yang harus diatasi melalui kolaborasi semua pihak.

"Kesetaraan gender bukan berarti perempuan harus lebih tinggi dari laki-laki ataupun sebaliknya, yang dibangun adalah saling menghargai, saling mendukung, dan memberikan kesempatan yang sama agar setiap orang mampu mengembangkan potensinya," jelasnya.

Menurut Endang, generasi muda memiliki peran strategis dalam mewujudkan budaya kesetaraan gender sejak dini, kaum muda diharapkan mampu menghilangkan stigma dan diskriminasi berbasis gender serta membangun lingkungan yang inklusif, menghormati perbedaan, dan memberikan ruang kepemimpinan bagi siapa pun berdasarkan kemampuan, integritas, dan tanggung jawab. Perempuan muda saat ini harus memiliki keberanian untuk terus belajar, meningkatkan literasi digital, mengembangkan keterampilan, serta membangun kepercayaan diri agar mampu bersaing di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, karena kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan global.

"Perempuan jangan takut bermimpi, terus belajar, manfaatkan teknologi secara positif, dan buktikan bahwa perempuan mampu menjadi pemimpin yang membawa manfaat bagi masyarakat," katanya.

Sementara itu, Endang mengungkapkan keberhasilan pengarusutamaan gender memerlukan dukungan bersama dari keluarga, pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, hingga dunia usaha, sinergi tersebut dinilai mampu menciptakan lingkungan yang aman, setara, dan mendorong perempuan untuk berkontribusi secara optimal dalam pembangunan. Pemberdayaan perempuan harus terus diperkuat melalui peningkatan akses pendidikan, pelatihan keterampilan, literasi digital, peluang ekonomi, serta ruang kepemimpinan, dengan demikian, perempuan, khususnya di wilayah perbatasan, mampu menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berdaya saing.

Endang Rosmiati berharap semangat kesetaraan gender terus tumbuh di tengah masyarakat sehingga tidak ada lagi diskriminasi maupun anggapan yang merendahkan salah satu pihak. Ia mengajak seluruh generasi muda untuk saling menghormati, bekerja sama, dan membangun masa depan yang lebih baik tanpa membedakan gender.

"Harapan saya, perempuan dan laki-laki dapat berjalan berdampingan sebagai mitra yang saling menguatkan. Kesetaraan gender bukan untuk membedakan siapa yang lebih hebat, tetapi untuk memastikan setiap orang memiliki kesempatan yang sama dalam meraih cita-cita dan berkontribusi bagi bangsa, khususnya dari wilayah perbatasan menuju Indonesia yang lebih maju," ucapnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....