Biaya Angkut Bebani Penerima Pupuk Bersubsidi

  • 26 Jun 2026 21:03 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Biaya angkut pupuk bersubsidi masih menjadi salah satu beban yang dihadapi petani di Kabupaten Sanggau. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (DKPTPHP) Kabupaten Sanggau, Kubin mengatakan, perbedaan harga pupuk di lapangan sebagian besar dipengaruhi biaya pengangkutan dari kios menuju lokasi petani.

“Selama ini kami mendengar informasi dari kelompok tani bahwa ada perbedaan harga yang mereka bayar dengan harga subsidi. Hal ini berkaitan dengan biaya angkut yang memang tidak termasuk dalam subsidi,” kata Kubin saat ditemui di Sanggau, Jumat 27 Juni 2026.

Ia menjelaskan, biaya distribusi dari kios ke lokasi petani masih menjadi tanggung jawab masing-masing pembeli. Menurutnya, kondisi geografis dan jarak yang berbeda-beda menyebabkan biaya angkut yang dibebankan kepada petani juga tidak sama.

“Biaya angkut menjadi tanggung jawab para petani sendiri. Karena jaraknya berbeda-beda, biaya yang dikenakan di lapangan juga berbeda-beda,” ungkapnya.

Kubin berharap ke depan terdapat perbaikan dalam mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi, termasuk kemungkinan memasukkan komponen biaya distribusi agar tidak semakin membebani petani. Namun, menurutnya hal tersebut masih memerlukan kajian karena perbedaan jarak dan kondisi wilayah.

“Mudah-mudahan ke depan ada perbaikan dalam penyaluran pupuk bersubsidi, sehingga petani benar-benar mendapatkan manfaat seperti yang diharapkan,” ucapnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah terus mengoptimalkan pengawasan terhadap penyaluran pupuk bersubsidi melalui verifikasi data penerima dan pemantauan serapan di lapangan. Dikatakan, langkah ini dilakukan agar bantuan pupuk dapat tepat sasaran dan mendukung peningkatan produksi pangan di Kabupaten Sanggau.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....