Bea Cukai Kalbar Musnahkan 922 Ribu Batang Rokok Ilegal
- 24 Jun 2026 19:35 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Barat memusnahkan 922.304 batang rokok ilegal hasil penindakan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, Rabu 24 Juni 2026. Nilai barang yang dimusnahkan diperkirakan mencapai Rp497,1 juta.
Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Barat, Budi Harjanto mengatakan, pemusnahan tersebut merupakan wujud komitmen Bea Cukai dalam melindungi masyarakat sekaligus menjaga penerimaan negara dari peredaran barang kena cukai ilegal. Sementara barang yang dimusnahkan merupakan Barang Milik Negara hasil tegahan dari Beacukai.
"Rokok tanpa pita cukai ini masuk secara ilegal dan berpotensi merugikan negara. Karena itu, setiap hasil penindakan yang telah memperoleh status Barang Milik Negara harus ditindaklanjuti melalui pemusnahan sesuai ketentuan yang berlaku," kata Budi saat memimpin kegiatan pemusnahan di Entikong.

Menurutnya, jumlah rokok ilegal yang dimusnahkan kali ini menunjukkan masih tingginya upaya penyelundupan barang kena cukai melalui jalur perbatasan darat Kalimantan Barat. Kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama oleh seluruh aparat penegak hukum.
"Perbatasan darat kita ini memiliki karakteristik yang kompleks. Oleh karena itu, pengawasan tidak bisa dilakukan oleh Bea Cukai sendiri, tetapi membutuhkan sinergi lintas instansi agar jalur-jalur masuk barang ilegal dapat diawasi secara maksimal," ujarnya.
Budi menjelaskan, sebagian besar rokok ilegal tersebut merupakan hasil operasi terpadu yang melibatkan Bea Cukai Entikong bersama Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarhanud 1/PBC Kostrad, unsur intelijen TNI, Korem 121/Abw, serta Kodim Sanggau. Keberhasilan pengungkapan kasus tersebut, sambungnya, menjadi bukti kolaborasi antarinstansi mampu mempersempit ruang gerak pelaku penyelundupan di kawasan perbatasan.
"Kami mengapresiasi dukungan seluruh instansi yang selama ini bersama-sama melakukan pengawasan. Hasil penindakan ini merupakan buah dari kerja sama yang kuat dalam menjaga kedaulatan ekonomi negara di wilayah perbatasan," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....