BPBD Sanggau Catat 406 Titik Panas Sepanjang Januari hingga Juni 2026

  • 11 Jun 2026 20:21 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – BPBD Kabupaten Sanggau mencatat sebanyak 406 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Kabupaten Sanggau sepanjang Januari hingga 11 Juni 2026. Kepala Seksi Pencegahan Bencana BPBD Sanggau, Kristian Hendro menjelaskan, data tersebut menjadi dasar penguatan langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan menjelang musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober mendatang.

“Berdasarkan data hotspot dari Januari sampai dengan 11 Juni 2026, total titik panas di Kabupaten Sanggau berjumlah 406. Untuk Kecamatan Kapuas sendiri tercatat 36 hotspot, sedangkan Kecamatan Mukok sebanyak 11 hotspot,” kata Hendro disela kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla di Kantor Camat Kapuas, Kamis 11 Juni 2026.

Hendro mengatakan, meski berdasarkan rilis BMKG terbaru intensitas curah hujan pada periode 11 hingga 20 Juni 2026 diperkirakan meningkat, ancaman karhutla tetap perlu diwaspadai. Sebab, lanjutnya, Kabupaten Sanggau diprediksi akan menghadapi musim kemarau yang cukup panjang mulai Juli hingga Oktober mendatang.

“Prediksi cuaca menunjukkan puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus dan September. Pada periode itu intensitas curah hujan diperkirakan rendah sehingga berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Sanggau telah mengambil sejumlah langkah antisipasi melalui penetapan status Siaga Karhutla Tahun 2026. Selain itu, Bupati Sanggau juga telah menerbitkan surat edaran yang berisi imbauan kepada masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan.

“BPBD bersama pemerintah daerah telah mengeluarkan SK Bupati terkait Siaga Karhutla Tahun 2026 dan juga surat edaran sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau,” ucapnya.

Hendro menjelaskan, upaya pencegahan karhutla dilakukan melalui kerja sama pentahelix yang melibatkan pemerintah, TNI-Polri, media, akademisi, perusahaan, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara lebih efektif dan menyeluruh.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama melakukan pencegahan karhutla karena ini merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi seluruh elemen sangat diperlukan agar kejadian kebakaran dapat ditekan,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah, membuang puntung rokok sembarangan, maupun meninggalkan api unggun tanpa memastikan api telah padam sepenuhnya. Hendro berharap kasus karhutla di Kabupaten Sanggau tahun ini dapat dikendalikan lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....