Guru SMPN 3 Sanggau Soroti Pengawasan Penggunaan Media Sosial di Kalangan Pelajar

  • 11 Jun 2026 14:20 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Pesatnya perkembangan teknologi digital membuat media sosial semakin dekat dengan kehidupan anak-anak dan remaja, ini menuntut adanya pengawasan yang lebih kuat dari berbagai pihak agar penggunaan media sosial tetap berada pada jalur yang positif. Sejumlah platform medsos dinilai menjadi salah satu media sosial yang paling dominan digunakan oleh pelajar, popularitas aplikasi tersebut terus meningkat seiring dengan kemudahan akses internet dan penggunaan telepon pintar di kalangan generasi muda.

Guru SMP Negeri 3 Sanggau, M. Johnson Maulani, menilai perkembangan media sosial membawa dampak positif sekaligus tantangan bagi dunia pendidikan. Karena itu, diperlukan perhatian serius dalam mengawasi aktivitas digital anak-anak.

"Saat ini akun media sosial TikTok merajai perkembangan digital. Pemerintah masih dinilai lemah dalam sisi pengawasan terhadap penggunaan media sosial di tingkat SD, SMP, dan SMA, sehingga peran keluarga menjadi sangat dominan dalam membimbing dan mengawasi anak," kata M. Johnson Maulani dalam Dialog RRI Sanggau Menyapa, Rabu 10 Juni 2026.

Menurutnya, pemerintah masih menghadapi sejumlah kendala dalam melakukan pengawasan terhadap penggunaan media sosial di tingkat sekolah. Pengawasan tersebut mencakup jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Ia mengatakan, keterbatasan pengawasan membuat sebagian pelajar berpotensi terpapar berbagai konten yang tidak sesuai dengan usia mereka. Situasi ini dapat memengaruhi perilaku, pola pikir, hingga proses belajar siswa.

Selain pemerintah dan sekolah, kata Maulani, keluarga dinilai memiliki peran yang sangat penting dalam mendampingi anak saat menggunakan media sosial. Orang tua menjadi pihak yang paling dekat untuk memberikan arahan dan kontrol terhadap aktivitas digital anak.

Pendampingan keluarga, lanjutnya, perlu dilakukan secara konsisten agar anak mampu memahami manfaat dan risiko penggunaan media sosial. Dengan demikian, mereka dapat memanfaatkan teknologi secara lebih bijak dan bertanggung jawab.

Maulani berharap adanya kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, sekolah, dan keluarga dalam meningkatkan literasi digital di kalangan pelajar. Sinergi tersebut diyakini dapat menciptakan generasi muda yang cerdas, aman, dan produktif dalam memanfaatkan ruang digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....