Dinsos P3AKB Sanggau Tekankan Pendampingan Anak di Medsos
- 10 Jun 2026 15:33 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Ruang digital adalah cerminan dari interaksi sehari-hari, tempat di mana setiap konten yang dibagikan bisa memberi dampak bagi orang lain. Memilih untuk lebih santai namun tetap menghargai privasi orang lain akan membuat pengalaman bersosial media terasa jauh lebih seru, inspiratif, menenangkan, serta sangat nyaman bagi para pengguna sosial media secara nyata.
Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Sanggau, Titin Sumarni, menyoroti pesatnya perkembangan interaksi anak di media sosial saat ini. Baginya, fenomena ini bagaikan dua sisi mata uang yang membawa potensi manfaat sekaligus risiko yang perlu diwaspadai bersama, sehingga keterlibatan orang tua dalam mendampingi aktivitas digital anak menjadi kunci utama.
"Kami melihat perkembangan khususnya pada sosial media untuk anak - anak itu berkembang sangat pesat ya dan itu merupakan dua sisi ada baiknya dan ada buruknya," ungkap Titin dalam Obrolan Sanggau Menyapa RRI PRO1 Sanggau, Rabu 10 Juni 2026.
Ia menjelaskan, peran orang tua, baik ayah maupun ibu, menjadi kunci utama dalam menyikapi aktivitas anak di media sosial. Oleh karena itu, pendampingan yang intensif serta perhatian penuh dari orang tua sangat diperlukan untuk membimbing anak agar tetap aman, terarah, dan bijak saat menjelajahi dunia digital yang sangat luas, dinamis, serta penuh dengan berbagai macam pengaruh di masa kini.
"Tergantung pada keluarga otomatis orang tua yaitu Ibu dan Ayahnya dalam menyikapi bagaimana anak itu bersosial media karena perlu sekali pendampingan orang tua," ujarnya.
Titin menambahkan bahwa perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini memang harus diikuti oleh anak-anak agar mereka tidak tertinggal dan menjadi generasi yang melek digital. Literasi teknologi menjadi bekal penting bagi masa depan mereka, sehingga anak-anak mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa harus merasa gagap terhadap teknologi.
"Sisi baiknya anak - anak harus mengejar teknologi yang di depan mereka jadi tidak gaptek ya," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....