Dampingi Anak Bijak Bermedia Sosial
- 10 Jun 2026 15:14 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Perkembangan media sosial yang semakin pesat membawa perubahan besar dalam kehidupan anak-anak, termasuk dalam cara mereka belajar, berkomunikasi, dan memperoleh informasi dari berbagai sumber. Kemajuan teknologi tersebut perlu disikapi secara bijak karena selain menghadirkan banyak manfaat, juga menyimpan berbagai risiko yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak apabila tidak disertai pendampingan yang memadai.
Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Sanggau, Titin Sumarni, mengatakan media sosial dapat menjadi sarana belajar yang bermanfaat bagi anak untuk mengikuti perkembangan teknologi dan memperluas wawasan. Namun, penggunaan gawai tetap memerlukan pengawasan orang tua agar anak mampu memanfaatkannya secara aman, bijak, dan sesuai dengan tahapan usianya.
“Perkembangan media sosial memberikan manfaat sebagai sarana belajar dan mengikuti kemajuan teknologi, namun tetap membutuhkan pendampingan orang tua agar anak mampu menggunakan gawai secara bijak, aman, dan sesuai usianya,” ungkap Titin Sumarni dalam Dialog Sanggau Menyapa, Rabu 10 Juni 2026.
Menurutnya, orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam membangun kebiasaan digital yang sehat melalui komunikasi yang terbuka dan pemberian batasan yang tepat kepada anak. Pendampingan tersebut bukan untuk membatasi kreativitas anak, melainkan sebagai bentuk perlindungan agar mereka tidak terpapar dampak negatif dari penggunaan media sosial yang berlebihan.
Ia menjelaskan penggunaan gawai sejak usia dini tanpa pengawasan yang memadai dapat memengaruhi perkembangan anak, baik dari sisi kesehatan maupun kemampuan bersosialisasi. Beberapa dampak yang perlu diwaspadai antara lain munculnya perilaku tantrum, risiko speech delay, serta berkurangnya interaksi langsung antara anak dengan anggota keluarga di lingkungan rumah.
Titin menambahkan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter anak dalam menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. Oleh karena itu, orang tua perlu menjadi teladan dengan menerapkan pola penggunaan gawai yang sehat, seimbang, serta tetap mengutamakan kualitas komunikasi dan kebersamaan dalam keluarga.
“Tanpa pengawasan yang tepat, penggunaan gawai sejak dini berisiko memicu berbagai dampak negatif, seperti tantrum, speech delay, hingga berkurangnya interaksi sosial dalam keluarga,” katanya.
Titin berharap para orang tua semakin meningkatkan kesadaran untuk mendampingi anak dalam memanfaatkan media sosial dan teknologi digital secara positif sesuai kebutuhan dan usia mereka. Dengan kerja sama yang baik antara keluarga, sekolah, dan masyarakat, diharapkan lahir generasi yang cerdas, berkarakter, melek digital, serta mampu menggunakan teknologi sebagai sarana untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....