Tuntaskan Persoalan Perbatasan, Pemkab Sanggau Dorong Manajemen Kolaboratif
- 05 Jun 2026 18:40 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Sekda Kabupaten Sanggau, Aswin Khatib mengatakan, wilayah perbatasan memiliki peran penting dan strategis bagi bangsa dan daerah. Karena itu, perbatasan tidak boleh lagi diasumsikan sebagai halaman belakang.
"Perbatasan adalah etalase utama negara, sebuah beranda depan yang harusnya megah, sekaligus "gerbang rezeki" yang menyimpan potensi ekonomi yang mampu menjadi motor penggerak pendapatan asli daerah Sanggau," kata Aswin Khatib dalam Focus Group Discussion yang dilakukan Dosen IPDN di Wisma Indonesia PLBN Entikong, Jumat 5 Juni 2026.
Dikatakan Sekda, potensi besar yang dimiliki perbatasan ini tidak akan menjadi kemakmuran jika pemerintah daerah berjalan sendirian dalam kesunyian birokrasi. Ditegaskan, wilayah perbatasan adalah sebuah ekosistem yang kompleks, melibatkan multi-sektoral, dan sarat akan dinamika.
"Wilayah perbatasan adalah sebuah ekosistem yang kompleks, melibatkan multi-sektoral, dan sarat akan dinamika. Jika ego sektoral dan arogansi wewenang masih dikedepankan, maka seluruh langkah strategis kita dipastikan akan membentur dinding buntu," ujarnya.
Oleh sebab itu, lanjutnya, manajemen kolaboratif bukan lagi sekadar pilihan alternatif atau jargon pelengkap pidato. Manajemen kolaboratif, sambungnya, adalah sebuah keharusan mutlak.
"Kita harus mampu mengorkestrasikan seluruh kekuatan dan instrumen yang kita miliki," tandasnya.
Sekda menuturkan, manajemen kolaborasi ini penting untuk mewujudkan kawasan perbatasan yang lebih baik. Pemerintah Pusat, sebagai pemegang kedaulatan tertinggi dan pembuat regulasi utama harus berjalan beriringan dengan Pemerintah Provinsi yang bertindak sebagai jembatan emas untuk menyinkronkan kebijakan makro antar-wilayah.
Sedangkan Pemerintah Kabupaten, lanjutnya, bertindak selaku pengelola langsung di lapangan yang paling memahami detak jantung potensi lokal serta kebutuhan riil warga perbatasan Sanggau. Kemudian, perlu pula kolaborasi dengan masyarakat yang menjadi motor penggerak ekonomi riil dan penyokong utama sektor UMKM lokal.
"Jika kita gagal membangun jembatan kolaborasi ini, kita harus bersiap menelan konsekuensi pahit. Kita akan membiarkan maraknya penyelundupan ilegal, memelihara kemiskinan warga yang menetap, dan membiarkan pendapatan daerah kita terus kerdil tanpa pertumbuhan," tutupnya. (Abang Indra).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....