Bupati Sanggau Minta Tim Bank Tanah Turun ke Desa

  • 03 Jun 2026 20:55 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Pemerintah Kabupaten Sanggau mendorong percepatan sosialisasi program Bank Tanah kepada masyarakat di 11 desa yang tersebar di tujuh kecamatan. Bupati Sanggau, Yohanes Ontot menegaskan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan utuh terkait program reforma agraria yang saat ini mulai dijalankan pemerintah.

"GTRA ini kan menjelaskan terkait program pemerintah masalah Bank Tanah ini. Hari ini kita berharap nanti tim yang terkait dengan Bank Tanah ini untuk bisa menyampaikan atau mensosialisasikannya ke desa-desa. Ada 11 desa, 7 kecamatan," kata Bupati Ontot usai Rakor Awal Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Sanggau dikantornya, Rabu 3 Juni 2026.

Menurut Ontot, sosialisasi secara langsung sangat penting mengingat program Bank Tanah masih tergolong baru bagi masyarakat. Ia menilai, informasi yang diperoleh langsung dari pihak yang berwenang akan mengurangi potensi kesalahpahaman di lapangan.

"Karena ini program baru tentu masyarakat harus tahu persis dari sumbernya, jadi tidak dari mulut ke mulut," ungkapnya.

Ia menjelaskan penyebaran informasi secara berantai berpotensi menimbulkan perbedaan persepsi di tengah masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah berharap tim Bank Tanah dapat memberikan penjelasan yang komprehensif mengenai tujuan, mekanisme, serta manfaat program tersebut.

"Kalau dari mulut ke mulut, informasi estafet ini juga akan jadi masalah. Persoalan-persoalan yang urgent disampaikan yang berbeda, itu akan menimbulkan persepsi yang berbeda juga," ucapnya.

Sebagai Ketua GTRA Kabupaten Sanggau, Yohanes Ontot menegaskan akan segera mengeluarkan rekomendasi kepada tim Bank Tanah agar turun langsung ke desa-desa yang menjadi lokasi program. Ia berharap, langkah ini dapat menjawab berbagai pertanyaan dan kekhawatiran yang berkembang di masyarakat.

"Saya sebagai Ketua GTRA ini akan segera mengeluarkan rekomendasi untuk tim Bank Tanah ini untuk segera melakukan sosialisasi di lapangan," katanya.

Selain sosialisasi, pemerintah daerah juga membuka ruang untuk membahas berbagai masukan masyarakat, termasuk terkait persoalan administrasi yang dinilai masih perlu disesuaikan. Menurutnya, berbagai kendala yang muncul akan menjadi bahan evaluasi dalam pelaksanaan program ke depan.

"Kalau memang bisa diperpendek tentu harus dilakukan, atau ada perubahan-perubahan atau kebijakan-kebijakan yang menyesuaikan," tambahnya.

Menurut Yohanes, pemahaman masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan program reforma agraria, termasuk Bank Tanah. Karena itu, pemerintah daerah berharap sosialisasi yang dilakukan secara langsung dapat memperkuat pemahaman masyarakat sekaligus mencegah munculnya informasi yang tidak akurat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....