APBD Terbatas, Pemkab Sanggau Optimis Mampu Kurangi Kemiskinan
- 02 Jun 2026 20:45 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Pemerintah Kabupaten Sanggau tetap optimistis mampu menekan angka kemiskinan meski di tengah keterbatasan kondisi fiskal daerah. Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena mengatakan, dukungan program pemerintah pusat serta keterlibatan berbagai pihak dinilai menjadi modal penting untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Meskipun di tengah situasi kondisi keuangan yang sedang tidak baik-baik saja, tapi kita optimis karena ini adalah program dari pusat," kata Wabup Susana usai Seminar Akhir Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Kabupaten Sanggau Tahun 2026–2030 di Aula Bapperida Sanggau, Selasa 2 Juni 2026.
Susana menjelaskan sejumlah program nasional diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Program tersebut tidak hanya menyasar bantuan sosial, tetapi juga penguatan sektor produktif yang berdampak langsung pada pendapatan warga.
"Berarti mereka juga akan mendorong tadi, menggerakkan ekonomi dan juga potensi UMKM," ucapnya.
Menurutnya, berbagai sektor strategis juga akan memperoleh dukungan melalui kebijakan pemerintah pusat. Mulai dari pariwisata, pendidikan, kesehatan hingga infrastruktur diyakini dapat memperkuat upaya penurunan kemiskinan di daerah.
"Artinya potensi pariwisata, baik itu pendidikan dan juga infrastruktur, kesehatan pasti melalui program pusat juga sudah didorong," ungkapnya.
Ia menegaskan, pengentasan kemiskinan tidak dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan kemampuan APBD Kabupaten Sanggau. Keterbatasan anggaran daerah membuat kolaborasi menjadi faktor penting dalam mencapai target yang telah ditetapkan.
"Hal ini sangatlah sulit kalau kita lakukan secara hanya kemampuan dari APBD. Kita tahu APBD sangatlah terbatas," ucapnya.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sanggau mendorong keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari instansi vertikal, organisasi kemasyarakatan hingga dunia usaha. Disebutkan, dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR juga diharapkan dapat memperkuat berbagai program yang telah disusun pemerintah.
"Kita optimis ya bahwa ini bisa tercapai jika semua instansi baik vertikal maupun juga ormas, dan juga para investor yang ada di Kabupaten Sanggau melakukan upaya yang sama," katanya.
Selain dukungan anggaran dan program, Wabup Susana menilai penyusunan kebijakan yang tepat juga menjadi faktor penting. Seminar RPKD yang digelar menjadi salah satu langkah untuk menyamakan pemahaman seluruh perangkat daerah agar program yang dijalankan lebih terarah.
"Seminar pada hari ini menjadi salah satu acuan bagaimana memberikan pemahaman dari seluruh jajaran OPD untuk bisa konsen, artinya program dari APBD untuk Kabupaten Sanggau bisa difokuskan untuk rencana pengentasan kemiskinan," jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga terus memperkuat penggunaan Data Tunggal Sosial Nasional (DTSN) agar bantuan dan program pemberdayaan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Akurasi data dinilai menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam menekan angka kemiskinan.
"Harapan kita bantuan itu tentunya harus tepat sasaran. Sekarang melalui data terpadu secara nasional yaitu DTSN, harapan kita sudah bisa dilakukan percepatan pengentasan kemiskinan," ungkapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....