Pedagang Sanggau Keluhkan Inflasi dan Daya Beli Melemah

  • 24 Mei 2026 21:42 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Salah seorang pedagang di Pasar Sentral Sanggau, Vivi mengaku pendapatannya menurun drastis akibat melemahnya daya beli masyarakat di tengah tingginya inflasi dan pelemahan nilai tukar rupiah. Kondisi ini, kata dia membuat aktivitas jual beli di pasar tradisional semakin sepi dibandingkan sebelumnya.

“Sekarang pembeli jauh berkurang karena harga kebutuhan terus naik dan masyarakat lebih menghemat pengeluaran,” ungkap Vivi saat diwawancarai di lapaknya, Pasar Sentral Sanggau, Minggu, 24 Mei 2026.

Vivi mengatakan, meningkatnya harga kebutuhan pokok membuat masyarakat di Pasar Sentral Sanggau lebih memilih membeli barang seperlunya. Kondisi tersebut menyebabkan omzet pedagang menurun dan usaha semakin sulit dipertahankan setiap hari.

“Kalau dulu dagangan cepat habis, sekarang pembeli lebih banyak menawar dan membeli dalam jumlah sedikit,” katanya.

Ia mengaku, kesulitan memutar modal usaha karena harga barang dagangan terus mengalami kenaikan. Kondisi tersebut membuat pedagang kecil harus lebih berhati-hati saat membeli stok barang agar tidak mengalami kerugian.

“Saya berharap pemerintah bisa segera menstabilkan harga kebutuhan pokok supaya daya beli masyarakat kembali membaik,” ungkap Vivi.

Vivi mengungkapkan, pelemahan rupiah dan tingginya inflasi kini menjadi tantangan serius bagi pedagang pasar tradisional di Kabupaten Sanggau. Ia berharap, pemerintah dapat menghadirkan solusi nyata untuk menjaga kestabilan ekonomi serta membantu pemulihan usaha masyarakat kecil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....