Bank Sampah, Ubah Limbah Jadi Uang
- 09 Mar 2026 13:54 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Bupati Sanggau, Yohanes Ontot menegaskan, pentingnya penguatan peran Bank Sampah sebagai salah satu solusi pengelolaan sampah berbasis Masyarakat. Program ini dinilai mampu mendorong kesadaran masyarakat sejak usia dini untuk memilah dan mengelola sampah dengan lebih baik.
“Bank Sampah itu akan menggerakkan keinginan semua elemen masyarakat, mulai dari tingkat TK, SD, sampai seterusnya karena sampah yang mereka bawa ke bank sampah bisa menjadi uang,” ujar Yohanes Ontot, Senin 9 Maret 2026.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sanggau juga mendorong pengelolaan sampah berdasarkan jenisnya agar tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan akhir. Sampah yang tidak termasuk kategori bahan berbahaya dan beracun atau B3, seperti kaca dan besi, dinilai masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali.
“Untuk sampah di luar B3 seperti kaca, besi dan barang-barang lain yang tidak terpakai, sebagian bisa diinsinerasi di tempat masing-masing,” kata Ontot.
Ia menjelaskan, Dinas Lingkungan Hidup akan tetap melakukan pengangkutan serta penanganan lanjutan terhadap sampah yang dikumpulkan masyarakat. Langkah tersebut dilakukan agar pengelolaan sampah di Kabupaten Sanggau tidak dilakukan secara sporadis dan tetap mengikuti sistem yang lebih tertata.
“Sehingga tidak kita lakukan pembuangan sampah ini secara sporadis yang membuat kesannya sampah itu sangat menjijikkan dan menakutkan,” tuturnya.
Ontot juga mengingatkan, upaya penataan tempat pembuangan akhir sebenarnya sudah dilakukan sejak lama, termasuk ketika dirinya masih menjabat sebagai kepala badan di lingkungan pemerintah daerah. Saat itu, kawasan TPA mulai dipagari dan dihijaukan agar tidak menimbulkan kesan kumuh, sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan pengelolaan sampah yang lebih tertata sesuai dengan aturan yang berlaku.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....