Pendidikan dan Akhlak sebagai Pilar Rukun Islam

  • 19 Feb 2026 12:44 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Pendidikan dan akhlak menjadi fondasi utama dalam menghidupkan rukun Islam di tengah kehidupan masyarakat tanpa pembinaan karakter yang kuat, nilai-nilai ibadah berisiko hanya menjadi rutinitas tanpa makna yang mendalam. Pendidikan dan akhlak menjadi dua pilar utama dalam menghidupkan rukun Islam di tengah kehidupan masyarakat modern yang terus berkembang tanpa tauladan moral yang kuat, pelaksanaan rukun Islam dikhawatirkan hanya menjadi formalitas tanpa makna mendalam dalam perilaku sehari-hari.

Kepala KUA Kecamatan Sekayam Kantor Kemenag Sanggau, Harbani, menjelaskan pentingnya memulai pembinaan dari lingkungan terdekat, terutama keluarga. Ia menyampaikan bahwa menjaga akhlak anak-anak sejak dini adalah langkah awal membangun generasi yang memahami dan mengamalkan ajaran Islam secara utuh , menjaga dan membimbing akhlak sejak awal merupakan langkah strategis dalam menanamkan nilai-nilai keislaman yang kokoh.

“Semua harus dimulai dari menjaga akhlak anak-anak dengan memberikan contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari dari lingkungan terdekat sampai ke pada kepedulian sosial terhadap lingkungan luar,” kata Harbani dalam Obroan Kita Indonesia RRI Entikong, Kamis 19 Februari 2026.

Menurut Harbani, peran pemimpin sangat menentukan arah pembinaan moral, baik sebagai kepala keluarga, pendidik di sekolah, maupun penggerak organisasi. Kepemimpinan yang bijak dan jujur akan melahirkan suasana pendidikan yang sehat dan membentuk karakter yang kuat pada generasi muda yang penuh tanggung jawab akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.

Lebih lanjut, Harbani menyebut bahwa pengajaran yang baik harus dimulai dari sikap teladan yang konsisten dalam tindakan. Anak-anak dan generasi muda cenderung meniru apa yang mereka lihat, sehingga akhlak yang baik dari orang tua dan guru menjadi kunci utama keberhasilan pendidikan.

“Pemimpin di keluarga, sekolah, dan organisasi harus menjadi contoh dalam sikap bijak, jujur, dan berintegritas agar bisa menghasilkan generasi penerus yang beriman serta berkepribadian luhur," katanya.

Harbani berharap pada generasi muda bisa menjaga akhlak menghidupkan rukun Islam secara utuh dalam praktik kehidupan, ketika syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji dipahami bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai pedoman moral, maka nilai-nilainya akan tercermin dalam hubungan sosial yang harmonis. Ia mengingatkan bahwa tantangan zaman menuntut penguatan karakter yang berkelanjutan agar generasi muda tidak mudah tergerus pengaruh negatif.

“Akhlak yang terjaga menjadi pondasi utama dalam menghidupkan rukun Islam secara utuh karena ketika syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji dipahami sebagai pedoman moral nilainya akan tercermin dalam kehidupan sosial dan memperkuat karakter generasi muda dari pengaruh negatif," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....