Guru Itu Profesi Mulia, Realitanya Masih Banyak yang Belum Sejahtera

  • 18 Mei 2026 16:03 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Di balik tugas mulia yang diemban untuk mencerdaskan generasi bangsa, masih banyak tenaga pendidik yang harus berhadapan dengan persoalan kesejahteraan dalam menjalankan profesinya sehari-hari. Kondisi ini dirasakan langsung oleh para guru yang tetap berupaya menjaga profesionalitas dan dedikasi, meski kerap bekerja dalam berbagai keterbatasan, demi memastikan proses pembelajaran tetap berjalan optimal dan memberikan dampak terbaik bagi masa depan peserta didik.

Guru Pendidikan Agama Islam SDN 27 Sungai Raya, Rendi Wandera, menilai bahwa profesi guru bukan sekadar pekerjaan biasa, melainkan sebuah amanah moral yang mengandung tanggung jawab besar terhadap masa depan bangsa. Guru memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai kehidupan, serta mengembangkan kecerdasan generasi muda agar mampu tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas dan siap menghadapi tantangan zaman.

“Guru itu profesi yang mulia karena memiliki amanah mencerdaskan kehidupan bangsa. Walaupun kadang belum terlalu dimuliakan secara kesejahteraan, tanggung jawab itu tetap harus dijalankan secara profesional,” kata Rendi dalam Obrolan Sore Ceria Pro 2 RRI Sanggau, Sabtu, 16 Mei 2026.

Ia menjelaskan bahwa perbedaan status kepegawaian dan tingkat penghasilan di lingkungan Aparatur Sipil Negara masih menjadi salah satu persoalan yang dirasakan oleh sebagian tenaga pendidik hingga saat ini. Kondisi tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunkan semangat, dedikasi, maupun profesionalitas dalam menjalankan tugas mengajar dan mendampingi anak-anak di sekolah, karena tanggung jawab pendidikan tetap harus diutamakan demi masa depan generasi bangsa.

“Kalau bicara tugas dan tanggung jawab, semuanya sama. Tetapi kenyataannya masih ada perbedaan yang dirasakan, terutama dari sisi kesejahteraan,” ungkapnya.

Dikatakan bahwa seorang guru harus tetap menjaga integritas, profesionalitas, serta semangat pengabdian meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan di lapangan yang terus berkembang. Keberhasilan proses pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh ketersediaan fasilitas, tetapi juga sangat bergantung pada ketulusan, komitmen, dan keikhlasan guru dalam mendidik serta membimbing murid-muridnya agar tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan berdaya saing.

“Sebagai guru, kami tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Karena pendidikan itu investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa,” jelasnya.

Rendi berharap perhatian terhadap kesejahteraan guru dapat terus ditingkatkan agar para pendidik lebih fokus dalam menjalankan tugasnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk kembali menghargai profesi guru sebagai fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....