Perilaku Masyarakat Jadi Tantangan Mitigasi Karhutla di Sanggau

  • 10 Feb 2026 19:54 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sanggau masih menghadapi tantangan besar. Salah satu faktor utama yang mempersulit mitigasi adalah perilaku manusia yang tidak memperhatikan potensi risiko di lingkungan sekitar.

Analis Mitigasi Bencana BPBD Sanggau, Apriati, menjelaskan bahwa sekitar 99 persen tantangan mitigasi karhutla disebabkan oleh pola perilaku masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa peran aktif masyarakat sangat menentukan keberhasilan upaya pencegahan kebakaran.

“Sebagian besar tantangan mitigasi karhutla, sekitar 99 persen, disebabkan oleh perilaku atau ulah manusia,” ujar Apriati dalam dialog Kentongan RRI Entikong, Selasa 10 Februari 2026.

Ia mengungkapkan, perilaku manusia yang tidak disiplin dalam menjaga lingkungan, seperti membakar lahan atau membuang puntung rokok sembarangan, sering menjadi pemicu kebakaran. Kondisi ini semakin diperparah saat musim panas dan lahan kering.

Apriati mengakui, selain faktor cuaca dan kondisi lahan, perilaku manusia menjadi kunci utama dalam menekan potensi karhutla. Oleh karena itu, edukasi dan kesadaran masyarakat menjadi fokus penting dalam mitigasi bencana.

“Kesadaran masyarakat sangat menentukan, dan pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan aparat terkait, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif warga,” ujarnya.

Menurut Apriati, BPBD Sanggau terus melakukan sosialisasi, patroli terpadu, dan pelatihan kesiapsiagaan kepada masyarakat, terutama di wilayah rawan kebakaran, untuk meminimalkan risiko karhutla.  Masyarakat juga diimbau agar segera melapor jika menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

“Dengan perilaku yang disiplin dan kesadaran bersama, risiko karhutla dapat ditekan. Peran aktif masyarakat adalah kunci keberhasilan mitigasi,” kata Apriati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....