Ancaman Rabies Belasan Warga Balai Karangan Tergigit
- 09 Feb 2026 11:38 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Lonjakan kasus gigitan hewan penular rabies kembali menjadi alarm serius bagi masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Balai Karangan Kabupaten Sanggau. Dalam kurun waktu Januari hingga Februari 2026, tercatat sebanyak 15 warga dilaporkan menjadi korban gigitan hewan yang berpotensi menularkan virus rabies.
Berdasarkan data medis yang dihimpun, dari total kasus tersebut sebanyak delapan korban diklasifikasikan sebagai risiko rendah, sementara tujuh lainnya masuk kategori risiko tinggi. Penentuan kategori dilakukan melalui observasi dan pemeriksaan ketat oleh tim medis yang menangani korban secara langsung.
Penanggung Jawab Surveilans Puskesmas Balai Karangan, Hana Sugeta, menjelaskan bahwa seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis sesuai standar prosedur. Langkah ini dilakukan untuk mencegah dampak fatal rabies yang dikenal sebagai penyakit mematikan jika tidak ditangani secara cepat dan tepat.
“Kalau dari data kasus gigitan hewan penular rabies cukup tinggi ya diwilayah kita, sudah ada belasan kasus,” ungkap Hana Sugeta dalam Dialog Entikong Menyapa RRI Entikong, Senin 9 Februari 2026.
Menurut Hana, klasifikasi risiko ditentukan dari sejumlah faktor, mulai dari lokasi luka gigitan pada tubuh korban hingga kondisi hewan yang menggigit. Sebagian kasus terjadi saat warga beraktivitas di sekitar permukiman, sementara lainnya terjadi di area perkebunan.
Ia menegaskan, kecepatan penanganan menjadi kunci utama dalam mencegah infeksi rabies. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak menunda pemeriksaan medis agar pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR) dapat segera dilakukan.
“Kami mengimbau warga segera melapor ke Puskesmas jika terkena gigitan, agar penentuan kategori risiko dan pemberian vaksin bisa dilakukan secara cepat dan tepat sesuai protokol kesehatan,” ujarnya.
Selain penanganan korban, kata Hana, pihak kesehatan juga memperketat pengawasan terhadap populasi hewan peliharaan dan hewan liar di wilayah Balai Karangan. Langkah ini dilakukan untuk menekan potensi gigitan baru sekaligus menjaga lingkungan tetap aman bagi masyarakat.
Pihak Puskesmas Balai Karangan berharap peran aktif warga dalam melapor dan meningkatkan kewaspadaan dapat menekan angka kasus rabies. Kesadaran bersama dinilai menjadi kunci utama dalam melindungi kesehatan publik dari ancaman penyakit berbahaya tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....