Kolaborasi Penanganan Rabies Perkuat Kesehatan Hewan di Sanggau

  • 09 Feb 2026 11:06 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Pemerintah Kabupaten Sanggau terus memperkuat kolaborasi dalam penanganan rabies melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak), langkah ini dilakukan untuk menekan penyebaran rabies serta melindungi kesehatan hewan dan masyarakat. Keterbatasan cakupan vaksinasi menjadi tantangan dalam pengendalian rabies di daerah, selain belum tercapainya target ideal ketersediaan vaksin pada tahun 2026 juga dinilai sangat terbatas.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Disbunnak Kabupaten Sanggau, Ambius Anton, mengatakan realisasi vaksinasi rabies pada tahun 2025 baru mencapai 65,17 persen dari total populasi sekitar 56.000 ekor hewan penular rabies. Capaian tersebut masih berada di bawah target minimal 70 persen.

"Realisasi vaksinasi yang sudah di lakukan di kabupaten sanggau tahun 2025 telah mencapai 65,17 persen dari total populasi sekitar 56 ribu hewan, ini belum mencapai target yang sudah di tentukan karena beberapa hal,” ujar Ambius Anton dalam Dialog RRI Entikong Menyapa , Senin 9 Februari 2026.

Anton menjelaskan Disbunnak Sanggau hanya menyiapkan sekitar 3.560 dosis vaksin untuk 3.650 ekor hewan dalam satu kali vaksinasi. Kondisi ini menuntut strategi penanganan yang lebih efektif dan terkoordinasi. 

“Di tahun 2026, ketersediaan vaksin sangat terbatas, kami hanya menyiapkan sekitar 3.560 dosis untuk 3.650 ekor hewan sekali vaksin,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan tersebut kata Anton, Disbunnak Sanggau terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan edukasi diberikan agar pemilik hewan memahami pentingnya vaksinasi rabies serta pencegahan penularan penyakit. Menurutnya keberhasilan penanganan rabies membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, Pemerintah daerah mendorong partisipasi aktif pemerintah desa, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, serta masyarakat umum.

"Kami perlu melibatkan seluruh pihak agar turut aktif membantu kami menangani kasus rabies karena dengan persatuan dalam menuntaskan rabies ini harus ada kesamaan satu persepsi agar bisa di tangani dengan baik,” jelasnya.

Lebih lanjut Anton menjelaskan bahwa pentingnya kolaborasi lintas sektor dan seluruh stakeholder dinilai menjadi kunci utama dalam menekan kasus rabies di Kabupaten Sanggau. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan cakupan vaksinasi dan mempercepat penanganan kasus di lapangan.

"Pemerintah Kabupaten Sanggau optimistis, melalui kerja sama yang berkelanjutan dan dukungan semua pihak, upaya pengendalian rabies dapat berjalan lebih maksimal demi menjaga kesehatan hewan dan keselamatan masyarakat," kata Anton.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....