Etika Dasar Penjelajah Alam Demi Kelestarian Lingkungan Kita
- 07 Feb 2026 18:49 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID,Entikong - Menjelajahi keindahan alam liar kini menjadi tren yang sangat digemari oleh berbagai kalangan, terutama para generasi muda. Namun, kegiatan ini bukan sekadar tentang perjalanan fisik, melainkan juga tentang tanggung jawab menjaga kelestarian ekosistem.
Ikyy, seorang pecinta alam asal Kalimantan Barat, mengungkapkan bahwa etika dialam adalah identitas utama yang membedakan penjelajah sejati dengan perusak. Menurutnya, banyak pendaki pemula yang hanya mementingkan dokumentasi foto tanpa memedulikan dampak sampah yang mereka tinggalkan.
"Etika dasar yang wajib dimiliki seorang penjelajah alam adalah tidak mengambil apapun kecuali foto," tegas Ikyy dalam program Green Radio RRI Entikong, Sabtu 7 Februari 2026.
Dicontohkan Ikyy, etika "Leave No Trace" atau tidak meninggalkan jejak harus menjadi prinsip yang dipegang teguh oleh setiap petualang. Hal ini mencakup larangan membuang sampah sembarangan, melakukan vandalisme pada pohon, hingga dilarang mengambil tumbuhan atau satwa liar.
Ia mengingatkan bahwa alam bukanlah tempat sampah raksasa yang bisa dikotori sesuka hati oleh para pengunjung. Ia juga mengajak seluruh pegiat alam untuk lebih disiplin dan menghargai aturan adat serta norma lokal yang berlaku.
Selain masalah sampah, kata Ikyy, etika berinteraksi dengan sesama penjelajah juga menjadi poin penting yang sering kali terlupakan saat berada di jalur. Saling menyapa dan membantu saat ada rekan yang mengalami kesulitan merupakan cerminan dari solidaritas tinggi para pecinta alam.
Ikyy juga menyarankan agar para penjelajah mempersiapkan pengetahuan navigasi dan manajemen perjalanan yang matang sebelum terjun ke lapangan. Penjelajah yang beretika tidak akan memaksakan diri atau melanggar jalur resmi demi keamanan diri sendiri dan tim pencari pertolongan.
"Menurut saya, sesiapan fisik dan mental yang baik adalah bentuk penghormatan kita terhadap tantangan yang diberikan oleh alam," ujarnya.
Untuk itu Ikyy, mengajak semua pencinta alam, jadikan setiap perjalanan sebagai ajang untuk belajar menghargai kehidupan dan keanekaragaman hayati yang ada di sekitar. Jangan biarkan ego merusak keindahan hutan Kalimantan Barat yang sangat berharga dan menjadi paru-paru dunia ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....