Kekuatan Iman Di Tengah Era Digitalisasi

  • 01 Feb 2026 10:19 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID,Entikng - Jalan hidup sebagai murid Kristus di tengah arus modernitas menjadi tantangan tersendiri bagi umat Kristiani saat ini. Godaan mengejar dunia dan kepuasan duniawi kerap membuat nilai-nilai iman perlahan terpinggirkan.

Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Sanggau, Stepanus Elpandi dalam obrolan tiara Pagi Katholik. Ia menekankan pentingnya refleksi diri dalam menjalani kehidupan sebagai murid Kristus.

Menurut Stepanus, dunia menawarkan banyak hal yang tampak menarik, mulai dari materi, jabatan, hingga pengakuan sosial. Namun, jika tidak disikapi dengan bijak, hal tersebut dapat menjauhkan seseorang dari nilai kasih dan kerendahan hati.

"Kepuasan duniawi bersifat sementara dan sering kali menimbulkan kekosongan batin. Sementara ajaran Kristus mengarahkan manusia pada makna hidup yang sejati dan berkelanjutan", ujarnya Minggu 1 Februari 2026.

Stepanus mengajak umat untuk tidak menutup diri dari perkembangan zaman, namun tetap menjadikan iman sebagai kompas utama. Murid Kristus dipanggil untuk hadir di dunia tanpa harus larut dalam nilai-nilai duniawi yang menyesatkan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa mengejar dunia tanpa landasan iman dapat menimbulkan ketimpangan dalam hidup pribadi maupun sosial. Oleh karena itu, keseimbangan antara iman dan kehidupan sehari-hari menjadi kunci penting.

"hidup sebagai murid Kristus berarti berani memilih jalan yang tidak selalu populer. Kesetiaan pada ajaran kasih, kejujuran, dan pengorbanan sering kali menuntut keberanian melawan arus", ucapnya.

Melalui pembinaan ini, Stepanus berharap umat semakin menyadari panggilan hidupnya sebagai murid Kristus. Ia mengajak seluruh umat untuk menjadikan iman sebagai dasar dalam setiap keputusan, di tengah derasnya godaan dunia modern.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....