ASN Wajib Melek Digital, Digitalisasi Jadi Kunci Masa Depan Birokrasi

  • 21 Mei 2026 13:46 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Perubahan sistem birokrasi menuju digitalisasi menuntut Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk terus meningkatkan kompetensi dan budaya kerja. Di era transformasi teknologi yang bergerak cepat, kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama agar ASN tidak tertinggal dalam pelayanan publik modern.

Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sanggau, Epsilon Noviastuti, mengatakan bahwa tantangan terbesar dalam transformasi digital bukan pada sistemnya, melainkan pada kemauan individu untuk belajar dan berubah. Banyak ASN yang masih merasa nyaman dengan pola kerja lama sehingga enggan beradaptasi dengan sistem baru.

“Yang menjadi tantangan terbesar itu adalah kemauan untuk mau belajar. Kalau sudah nyaman di pola lama, sering kali perubahan dianggap beban padahal itu kebutuhan,” ujar Noviastuti dalam Dialog Sanggau Menyapa RRI Sanggau, Kamis, 21 Mei 2026.

Noviastuti menjelaskan bahwa transformasi digital di lingkungan KPPN telah mulai diimplementasikan secara sistematis sejak tahun 2024 melalui berbagai platform aplikasi keuangan. Sistem tersebut di antaranya SAKTI (Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi), SPAN (Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara), serta sistem penggajian berbasis web yang terintegrasi.

"Setiap perubahan selalu disertai pendampingan dan bimbingan teknis agar tidak terjadi kesalahan dalam implementasi sistem baru. Kolaborasi dan pelatihan menjadi kunci agar digitalisasi berjalan optimal di seluruh wilayah kerja," jelasnya.

Dikatakannya bahwa digital mindset menjadi elemen yang sangat penting bagi ASN dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di era transformasi teknologi saat ini. Pola pikir yang terbuka terhadap perubahan serta kesiapan untuk terus belajar merupakan kunci utama agar ASN mampu beradaptasi dengan sistem kerja berbasis digital yang terus berkembang.

“Kalau kita tidak mau belajar teknologi, kita akan tertinggal sementara yang lain sudah bergerak maju,” ungkapnya.

Noviastuti berharap ASN dapat menjadikan digitalisasi sebagai budaya kerja baru yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kinerja, tetapi menjadi fondasi dalam memperkuat kualitas pelayanan publik secara menyeluruh. Transformasi ini diharapkan tidak berhenti pada aspek teknologi semata, melainkan benar-benar melekat dalam pola kerja sehari-hari ASN demi mewujudkan pelayanan publik yang semakin profesional dan berintegritas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....