Puasa Ramadhan Bentuk Ketakwaan Umat Beriman
- 19 Feb 2026 11:39 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Bulan suci Ramadhan kembali menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memperkuat ketakwaan dan memperbaiki kualitas ibadah. Puasa Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sebagai sarana pembinaan diri agar menjadi pribadi yang lebih sabar, jujur, dan bertanggung jawab.
Penghulu KUA Kecamatan Entikong, Kantor Kemenag Sanggau Nanang Ripani, menjelaskan bahwa puasa merupakan ibadah wajib yang memiliki dimensi spiritual dan sosial. Ia menyampaikan dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa kewajiban berpuasa tidak hanya diperuntukkan bagi umat Nabi Muhammad SAW, tetapi juga umat-umat terdahulu dengan tujuan utama membentuk manusia yang bertakwa.
"Ketakwaan menjadi inti dari ibadah puasa yang harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari karena dengan bertakwa sebenar-benarnya berarti menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya secara konsisten baik saat berpuasa maupun di luar bulan Ramadhan," kata Nanang Ripani dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI Entikong, Kamis 19 Februari 2026.
Nanang mengatakan jika dari sisi hukum fiqih, terdapat sejumlah hal yang secara tegas dapat membatalkan puasa, seperti makan dan minum dengan sengaja serta berhubungan intim di siang hari, ada pula perbuatan yang tidak membatalkan secara hukum, tetapi dapat mengurangi nilai dan pahala puasa, seperti berkata dusta, bergunjing, dan melakukan adu domba. Menurunya tidak sedikit orang yang secara hukum puasanya sah tetapi secara nilai ibadah menjadi berkurang karena tidak menjaga sikap dan lisannya dan dalam kondisi demikian seseorang hanya memperoleh rasa lapar dan haus tanpa mendapatkan pahala yang sempurna.
“Dari sisi hukum fiqih ada hal yang membatalkan puasa seperti makan dan minum dengan sengaja serta berhubungan intim di siang hari ada pula perbuatan yang tidak membatalkan tetapi mengurangi pahala seperti dusta, bergunjing, dan adu domba pada akhirnya hanya merasa lapar dan haus saja", kata Nanang.
Nanang berharap umat muslim paham dengan tujuan diwajibkannya puasa bagi umat Nabi Muhammad SAW agar menjadi hamba yang bertakwa dan menjalankan perintah Allah dengan sungguh-sungguh. Bahwa ketakwaan sejati merupakan bagian dari rukun Islam yang wajib dijalankan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.
“Bertakwalah kalian dengan sebenar-benarnya takwa karena itulah esensi dari ibadah puasa yang kita jalankan semoga kita semua mampu menghindari perbuatan yang membatalkan maupun yang mengurangi nilai puasa agar Ramadhan benar-benar menjadi jalan menuju keberkahan Allah SWT," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....