Tantangan Sebagai Atlet Voli Perempuan Kabupaten Sanggau
- 07 Mei 2026 10:59 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Menjadi atlet voli perempuan bukan semata tentang kepiawaian mengolah bola dan tampil impresif di atas lapangan, tetapi juga tentang perjuangan panjang menjaga kebugaran fisik, kestabilan mental, hingga mengendalikan emosi di tengah tekanan pertandingan. Realitas itu dijalani langsung oleh atlet voli asal Sanggau, Evlin Marpaung, yang kini terus aktif menorehkan langkah dan tampil dalam berbagai turnamen voli di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Evlin mengungkapkan tantangan terbesar yang dihadapi atlet perempuan bukan hanya terletak pada kemampuan teknik bermain, melainkan menjaga konsistensi latihan serta kestabilan mental saat berada di tengah pertandingan. Sorotan penonton, tekanan suasana lapangan, hingga perubahan suasana hati atau mood swing kerap menjadi faktor yang dapat memengaruhi performa dan fokus permainan.
“Kalau latihan mungkin terlihat mudah, tapi saat pertandingan mental benar-benar diuji. Kita harus bisa tetap fokus walaupun banyak suara dari luar yang mencoba memengaruhi permainan,” ujarnya dalam Obrolan Sore Ceria Pro 2 RRI Sanggau, Selasa 5 Mei 2026.
Ia menjelaskan dirinya rutin menjaga kondisi tubuh melalui latihan fisik, jogging pada pagi hari, hingga melatih kekuatan otot tangan meski hanya saat beristirahat di rumah. Baginya, kedisiplinan dan konsistensi dalam menjalani latihan menjadi kunci penting untuk mempertahankan performa agar tetap prima dan maksimal saat bertanding di lapangan.
“Kadang sambil rebahan pun aku tetap latihan pakai batu kecil untuk melatih otot tangan. Buat aku, latihan tidak harus selalu di lapangan, yang penting tubuh tetap terlatih,” katanya.
Tantangan lain yang kerap dihadapi atlet perempuan, menurut Evlin adalah menjaga suasana hati agar tidak memengaruhi kekompakan rekan satu tim saat berada di lapangan. Semangat, energi positif, dan kemampuan mengendalikan emosi menjadi hal penting agar permainan tim tetap solid, kompak, dan mampu tampil maksimal sepanjang pertandingan berlangsung.
“Perempuan itu kadang punya mood swing yang sulit ditebak, jadi aku harus belajar mengendalikan diri supaya tidak memengaruhi tim. Kalau kita semangat, teman-teman di lapangan juga ikut semangat,” ungkapnya.
Evlin menyakini semakin banyak perempuan muda berani menekuni dunia olahraga tanpa harus terbebani oleh stigma maupun keterbatasan yang kerap melekat di masyarakat. Ia juga mengajak generasi muda untuk tetap menjaga semangat berlatih secara konsisten serta memiliki target yang jelas agar mampu berkembang dan meraih prestasi di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....