Orang Tua Nilai Belajar dari Rumah Kurang Efektif Saat Kabut Asap

  • 26 Agt 2026 10:33 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Sanggau - Kabut asap yang mengganggu kualitas udara di sejumlah wilayah membuat kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah harus disesuaikan. Pembelajaran dari rumah menjadi salah satu pilihan untuk menjaga kesehatan siswa, namun metode tersebut dinilai belum sepenuhnya efektif oleh sebagian orang tua.

Orang tua siswa, Dini Handayani, mengatakan pembelajaran dari rumah membuat anak lebih mudah kehilangan konsentrasi. Menurutnya, suasana belajar di rumah berbeda dengan lingkungan sekolah yang lebih terarah dan didampingi langsung oleh guru.

“Kegiatan belajar yang dilakukan dari rumah belum efektif. Lebih efektif jika belajar tatap muka di sekolah,” kata Dini dalam program Sanggau Menyapa RRI Sanggau, Senin, 24 Agustus 2026.

Dini menilai pembelajaran tatap muka memberikan kesempatan lebih besar bagi siswa untuk berinteraksi langsung dengan guru. Siswa juga dapat segera bertanya ketika mengalami kesulitan memahami materi pelajaran.

“Belajar tatap muka lebih efektif karena anak bisa bertanya kepada guru ketika mengalami kesulitan memahami materi,” ujarnya.

Menurut Dini, pendampingan orang tua di rumah belum selalu dapat menggantikan peran guru dalam menjelaskan materi pelajaran. Selain itu, kondisi rumah tidak selalu mendukung terciptanya suasana belajar yang fokus dan disiplin.

Ia berharap kualitas udara segera membaik sehingga siswa dapat kembali mengikuti pembelajaran di sekolah bersama guru dan teman-temannya. Menurutnya, lingkungan sekolah membantu anak lebih fokus dan termotivasi mengikuti kegiatan belajar.

“Kami berharap anak-anak segera bisa belajar di sekolah lagi karena pembelajaran langsung membuat mereka semakin fokus,” ungkapnya.

Meski demikian, Dini menegaskan kesehatan dan keselamatan siswa tetap harus menjadi pertimbangan utama. Pembelajaran tatap muka diharapkan kembali dilaksanakan setelah kondisi udara dinyatakan aman sehingga kegiatan belajar dapat berlangsung secara optimal tanpa mengabaikan kesehatan peserta didik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....