Risiko Kesehatan Mengonsumsi Ayam Bekuan

  • 26 Jun 2026 13:40 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Daging ayam merupakan salahsatu sumber protein hewani yang paling populer dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Namun, demi alasan praktis dan daya simpan yang lebih lama, banyak orang beralih menggunakan daging ayam yang dibekukan dalam jangka waktu lama.

Salahsatu ancaman utama dari konsumsi ayam es adalah risiko kontaminasi bakteri patogen seperti Salmonella dan Campylobacter. Ketika proses pembekuan di pabrik atau penyimpanan di rumah tidak menjaga suhu konstan di bawah minus 18 derajat Celsius, bakteri-bakteri ini tidak mati, melainkan hanya tertidur.

Infeksi bakteri dari ayam bekuan yang tidak higienis dapat memicu gangguan pencernaan akut, atau yang biasa dikenal sebagai keracunan makanan. Gejala yang umumnya muncul meliputi diare parah, kram perut yang hebat, mual, muntah, hingga demam tinggi.

Selain masalah bakteri, bahaya ayam es bekuan juga sering kali bersumber dari zat pengawet tambahan atau kontaminasi silang selama proses distribusi yang panjang. Beberapa produsen nakal kerap menambahkan senyawa kimia tertentu agar daging ayam tetap terlihat segar dan kenyal meskipun sudah disimpan berbulan-bulan.

Dari sisi kualitas nutrisi, proses pembekuan dan pencairan yang berulang-ulang (refreezing) pada ayam bekuan dapat merusak struktur serat daging. Fenomena yang dikenal sebagai freezer burn ini menyebabkan kandungan air, vitamin b-kompleks, dan mineral penting di dalam daging ayam ikut larut dan terbuang bersama air lelehan es.

Proses pencairan ayam bekuan yang keliru juga sering menjadi pemicu utama kontaminasi silang di area dapur Anda. Air tetesan dari daging ayam yang meleleh sering kali mengenai peralatan masak lain, meja dapur, atau bahkan bahan makanan mentah yang siap santap seperti sayuran dan buah-buahan.

Untuk meminimalkan semua risiko kesehatan tersebut, sangat penting bagi kita untuk memahami cara penanganan ayam beku yang aman. Jika harus membeli ayam bekuan, pastikan Anda mencairkannya di dalam kulkas biasa (chiller) semalaman, atau menggunakan fitur defrost pada mikrowave, bukan merendamnya langsung dalam air hangat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....