Mengenal Virus Nipah: Gejala dan Pencegahannya

  • 29 Jan 2026 11:44 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Virus Nipah merupakan penyakit infeksi serius yang secara periodik menyebabkan wabah di berbagai wilayah Asia. Pemahaman mengenai virus ini sangat penting bagi pelancong meskipun risiko bagi sebagian besar orang tetap rendah.

Dilansir dari UK Health Security Agency, Nipah adalah virus zoonosis yang pertama kali diidentifikasi pada tahun 1999 di Malaysia. Virus ini dapat menyebar dari hewan ke manusia, melalui makanan yang terkontaminasi, atau secara langsung antar manusia.

Inang alami dari virus ini adalah kelelawar buah, khususnya yang berasal dari genus Pteropus. Selain itu, virus ini juga diketahui dapat menginfeksi berbagai jenis hewan lain seperti babi, kucing, anjing, hingga kuda.

Gejala awal infeksi biasanya muncul secara mendadak dalam bentuk demam atau penyakit serupa flu yang tidak spesifik. Dalam kondisi yang lebih parah, pasien dapat mengalami masalah pernapasan serius hingga peradangan otak atau ensefalitis yang mematikan.

Tingkat kematian akibat virus ini sangat mengkhawatirkan karena diperkirakan mencapai angka 40 hingga 75 persen. Beberapa penyintas bahkan berisiko mengalami gangguan neurologis permanen seperti kejang terus-menerus atau perubahan kepribadian.

Penularan sering kali terjadi akibat mengonsumsi buah-buahan yang telah terkontaminasi air liur maupun urin kelelawar yang terinfeksi. Selain itu, kontak dekat dengan cairan tubuh manusia yang terinfeksi juga menjadi jalur penyebaran yang telah terdokumentasi dengan jelas di beberapa negara.

Hingga saat ini, belum ada vaksin yang berlisensi maupun pengobatan spesifik untuk menyembuhkan pasien yang terinfeksi virus Nipah. Penanganan medis masih terbatas pada perawatan suportif intensif untuk membantu pasien bertahan melewati masa kritis.

Langkah pencegahan utama melibatkan praktik kebersihan tangan yang ketat dan mencuci buah secara menyeluruh sebelum dimakan. Para pelancong juga sangat disarankan untuk menjauhi kontak langsung dengan hewan liar maupun lingkungan yang menjadi habitat utama kelelawar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....