DPRD Sanggau Soroti Penurunan Harga TBS Sawit

  • 20 Jun 2026 00:00 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sanggau, Hendrykus Bambang, menyoroti penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit yang sempat terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut dinilai merugikan petani yang menjadi pihak paling terdampak.

"Harga TBS sempat anjlok secara mendadak dan tidak mengenakkan bagi petani. Saat ini kondisi sudah mulai membaik meski belum sesuai harapan petani," kata Hendrykus Bambang di Sanggau pada Jumat, 19 Juni 2026.

Menurutnya, tidak ada alasan yang kuat untuk menurunkan harga TBS karena harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar masih relatif stabil. Oleh karena itu, seluruh pihak diminta tidak mengambil langkah yang justru merugikan petani.

"Tidak ada alasan sebenarnya untuk menurunkan harga TBS karena harga CPO masih tetap. Jangan sampai petani menjadi korban dari respons negatif dunia usaha," ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi yang baik antara pemerintah dan pelaku usaha dalam menyikapi berbagai kebijakan di sektor perkebunan. Kesamaan persepsi dinilai penting agar kebijakan yang diterapkan tidak menimbulkan dampak negatif di tingkat petani.

"Koordinasi antara pemerintah dan pengusaha sangat penting. Jangan sampai ada perbedaan persepsi yang akhirnya merugikan petani," tegasnya.

Ke depan, pihaknya berencana mendorong pengaturan pola kemitraan antara petani dan perusahaan kelapa sawit melalui regulasi daerah. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan perlindungan yang lebih kuat bagi petani sekaligus menciptakan hubungan usaha yang lebih adil dan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....