Ekonomi Digital UMKM Dorong Akselerasi Sektor Bisnis Nasional
- 24 Jul 2026 21:18 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Penerapan ekonomi digital pada tingkat UMKM terus menunjukkan tren positif seiring tingginya penetrasi pengguna internet di Indonesia yang mencapai 80 persen populasi. Tak hanya jualan online, pemanfaatan aplikasi keuangan serta transaksi nontunai kini menjadi kunci penggerak utama dalam mengakselerasi pertumbuhan ekosistem ekonomi digital nasional.
Hal tersebut disampaikan Hasanah, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura Pontianak dalam Obrolan Ekonomi Digital RRI PRO1 Sanggau, Jumat 24 Juli 2026. Menurutnya, cakupan ekonomi digital jauh lebih luas dari sekedar platform marketplace, sebab teknologi telah masuk ke seluruh proses produksi, pemasaran, transaksi hingga layanan konsumen.
"Ekonomi digital itu adalah seluruh aktifitas ekonomi yang memanfaatkan teknologi digital, internet, data dan perangkat elektronik dalam proses produksi, pemasaraan, transaksi maupun pelayanan kepada konsumen," jelas Hasanah.
Ia menjelaskan, masyarakat luas sering kali menyederhanakan makna ekonomi digital secara terbatas hanya sebatas aktivitas jual beli daring sederhana. Padahal, penggunaan aplikasi obrolan interaktif untuk promosi hingga pencatatan keuangan harian secara mandiri oleh para pelaku UMKM sudah jelas termasuk bagian dalam ekosistem digital tersebut.
| Baca juga: Pokdarwis Dorong UMKM Manfaatkan Media Sosia |
"Jadi ekonomi digital bukan hanya berjualan di marketplace. Ketika UMKM mempromosikan produk melalui QRIS, menggunakan aplikasi pencatatan keuangan, memesan bahan baku secara daring, atau memanfaatkan jasa pengiriman, semua itu sudah menjadi bagian dari ekonomi digital," katanya.
Menurut Hasanah, perkembangan pesat sektor ini tergolong sangat pesat secara konsisten dengan nilai ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan mendekati 100 miliar dolar AS dalam waktu dekat. Pertumbuhan pesat dua digit ini juga didorong secara nyata dan signifikan oleh total jumlah pengguna internet aktif nasional yang kini telah mencatatkan rekor hingga mencapai 229 juta orang.
"Hingga semester pertama, QRIS telah menjangkau sekitar 57 juta pengguna," jelas Hasanah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....