UMKM di Sanggau Terus Bertumbuh, Ini Faktor Pendorongnya

  • 12 Jun 2026 20:00 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Pemerintah Kabupaten Sanggau mencatat, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kabupaten itu terus bertumbuh. Indikator pertumbuhan UMKM terlihat dari jumlah pelaku usaha yang terdaftar, penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), omzet usaha, serta kontribusi sektor perdagangan, jasa, dan industri pengolahan terhadap PDRB Kabupaten Sanggau.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperindagkop dan UM) Kabupaten Sanggau, Shopiar Juliansyah menyampaikan, secara umum jumlah UMKM di kabupaten berjuluk Bumi Daranante itu menunjukkan tren meningkat setiap tahun. Pertumbuhan itu setelah adanya kemudahan perizinan berbasis OSS dan berkembangnya ekonomi digital.

"Jumlah UMKM keseluruhan di Sanggau 10.544 pelaku, dan yang sudah memiliki NIB sebanyak 5.318 UMKM," ujar Shopiar, Jumat 12 Juni 2026.

Khusus untuk data Industri Kecil dan menengah yang bagian dari UMKM, lanjutnya, pada tahun 2025 juga berkembang positif dalam laju pertumbuhannya yaitu sebesar 6,94 persen. Pada tahun tersebut juga, jumlah unit usaha mencapai sekitar 1.912 unit, yakni bertambah 124 unit dari tahun 2024 yang berjumlah 1.788 unit usaha.

"Namun demikian, peningkatan jumlah UMKM belum selalu berbanding lurus dengan peningkatan skala usaha dan daya saingnya," jelas dia.

Ia mengungkapkan, beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan UMKM, yakni pertama, meningkatnya akses perizinan dan legalitas usaha, karena melalui OSS akses perizinan semakin mudah. Kedua, dukungan pembiayaan melalui KUR dan lembaga keuangan.

"Kami di Disperindagkop memfasilitasi UMKM binaan yang telah memiliki legalitas untuk mengakses KUR berbunga rendah melalui Bank penyalur resmi seperti Bank Kalbar, BRI, BNI, dan Mandiri," terangnya.

Ketiga, pertumbuhan sektor perkebunan dan perdagangan yang meningkatkan daya beli masyarakat. Di Kabupaten Sanggau, sambung dia, sektor industri pengolahan serta perdagangan secara konsisten menempati tiga besar lapangan usaha penyumbang PDRB terbesar bersama dengan sektor pertanian.

Keempat, imbuhnya, yakni dukungan pemerintah melalui pelatihan, promosi, dan fasilitasi pemasaran. Pelatihan rutin digelar di berbagai kecamatan dengan fokus peningkatan keterampilan teknis dan manajerial.

"Pelatihan digital marketing, ini diselenggarakan melalui kerja sama dengan instansi terkait seperti Diskominfo Sanggau untuk mengajarkan promosi digital, adopsi QRIS, dan pengelolaan toko online," tutupnya. (Abang Indra).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....