UMKM Cemilan Gemoy, Wadah Mandiri Perempuan Korban Kekerasan
- 09 Feb 2026 22:36 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Dari dapur rumahan hingga pasar UMKM, Cemilan Gemoy Pontianak menghadirkan kisah pemberdayaan perempuan yang lahir dari semangat bangkit dan saling menguatkan. Di balik produk camilan yang dipasarkan, tersimpan upaya nyata membangun kemandirian ekonomi bagi perempuan, khususnya korban kekerasan.
Tim UMKM Cemilan Gemoy Pontianak dibentuk secara selektif dengan mayoritas anggota merupakan ibu-ibu penyintas kekerasan. Program ini menjadi bagian dari inisiatif HWDI (Himpunan Wanita Khusus Non-Disabilitas dan Disabilitas) yang fokus pada pemberdayaan dan perlindungan kelompok rentan.
“Lingkup kami tidak hanya di sini, tetapi juga mencakup penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujar Owner Cemilan Gemoy Pontianak, Dedi Supryadi, dalam Obrolan UMKM Bicara RRI Entikong, Senin 9 Februari 2026.
Dedi menjelaskan, proses perekrutan anggota dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan dasar calon anggota dalam mengolah produk. Langkah ini diambil agar proses produksi dapat berjalan efektif tanpa harus memulai pelatihan dari nol.
“Kami merekrut yang sudah memiliki pemahaman dasar tentang pembuatan produk, sehingga lebih siap terjun ke produksi,” jelasnya.
Ia menyebut, pendekatan tersebut dinilai mampu mempercepat proses kemandirian ekonomi bagi perempuan korban kekerasan. Selain memperoleh penghasilan, para anggota juga mendapatkan ruang untuk membangun kepercayaan diri melalui kegiatan produktif.
Dalam praktiknya, kata Dedi, anggota tim memiliki keahlian yang beragam, mulai dari mengolah camilan berbahan singkong hingga jenis kudapan lainnya. Keberagaman ini memperkaya variasi produk sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
“Setiap anggota punya keahlian masing-masing, ada yang fokus di singkong, ada juga yang mengolah camilan lain,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar usaha ekonomi lanjutnya, UMKM Cemilan Gemoy juga menjadi ruang aman bagi para anggota untuk saling berbagi pengalaman dan memberikan dukungan emosional. Interaksi positif ini dinilai membantu mengurangi trauma yang dialami korban.
Dedi berharap, melalui kolaborasi HWDI dan UMKM Cemilan Gemoy Pontianak, perempuan difabel maupun penyintas kekerasan kini memiliki wadah untuk berkembang. Konsep ini adalah lebih pada peningkatan keterampilan, serta melangkah menuju kemandirian finansial secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....