Indonesia Kenalkan Budaya Lewat Festival Internasional di Malaysia
- 06 Jul 2026 17:47 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Indonesia kembali memperkuat diplomasi budaya di kawasan Asia Tenggara melalui keikutsertaan pada Taste of Borneo Cultural Carnival (TOBC) 4.0 di Miri, Sarawak, Malaysia. Ajang internasional tersebut dimanfaatkan untuk mempromosikan budaya, pariwisata, dan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia kepada masyarakat regional dan wisatawan mancanegara.
Konsul Jenderal Republik Indonesia di Kuching, Abdullah Zulkifli mengungkapkan, pada ajang internasional itu delegasi Indonesia menghadirkan kekayaan budaya Minangkabau melalui pertunjukan Tari Piring dan Atraksi Api. Penampilan tersebut menjadi salah satu atraksi yang paling banyak menyita perhatian selama festival berlangsung.
“Pada ajang Taste of Borneo Cultural Carnival di Miri kita tampilkan khasanah kebudayaan dari tanah minang, Sumatera Barat, seperti tariannya dan kuliner serta produk kerajinannya," kata Abdullah Zulkifli, Senin 6 Juli 2026.

Menurutnya, partisipasi Indonesia dalam TOBC merupakan bagian dari strategi diplomasi budaya untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi kreatif nasional. Keikutsertaan Indonesia yang difasilitasi KJRI Kuching bersama Gerakan Ekonomi dan Budaya Minangkabau (GEBU Minang) menghadirkan tujuh pelaku UMKM dengan produk unggulan, seperti rendang, kopi, rempah-rempah, wastra, dan kerajinan tangan khas Minangkabau.
"TOBC bukan sekadar festival budaya dan kuliner. Ajang ini menjadi ruang untuk mempererat persahabatan, membangun saling pengertian, sekaligus memperkenalkan kekayaan Indonesia kepada masyarakat internasional khususnya di Malaysia," ucapnya.
Dia menegaskan, budaya memiliki kekuatan sebagai jembatan diplomasi yang mampu mendekatkan hubungan antarbangsa tanpa sekat. Karena itu, promosi budaya harus berjalan beriringan dengan pengenalan potensi pariwisata, investasi, dan produk unggulan daerah.
"Melalui TOBC kami membawa Taste of Minangkabau ke Sarawak sebagai representasi kekayaan budaya Indonesia. Kami ingin masyarakat Malaysia mengenal Indonesia bukan hanya melalui seni pertunjukan, tetapi juga melalui kuliner, kerajinan, dan destinasi wisata yang kami miliki," ungkapnya.

Ia mengatakan, Sumatera Barat dipilih karena memiliki identitas budaya yang kuat serta kuliner yang telah mendapat pengakuan dunia. Rendang, menurutnya, menjadi salah satu ikon yang efektif untuk memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat internasional.
"Kami ingin masyarakat Sarawak dan wisatawan mancanegara datang langsung ke Indonesia, diplomasi budaya harus mampu menghadirkan dampak nyata bagi sektor pariwisata dan perekonomian nasional," katanya.
Abdulah menegaskan, diplomasi budaya menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat citra Indonesia di luar negeri. Melalui seni, kuliner, dan produk UMKM, Indonesia dapat membangun kepercayaan sekaligus membuka peluang kerja sama ekonomi dengan negara mitra.
"Budaya merupakan kekuatan lunak atau soft power Indonesia. Ketika masyarakat internasional mengenal budaya kita, mereka juga akan mengenal produk, pariwisata, dan berbagai potensi yang dimiliki Indonesia. Inilah nilai strategis diplomasi budaya yang terus kami dorong," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....