Sanggar Segentar Alam Lestarikan Budaya Sanggau

  • 29 Apr 2026 20:34 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong Di tengah derasnya arus modernisasi yang kian memengaruhi gaya hidup generasi muda, kehadiran Sanggar Segentar Alam Sanggau menjadi oase budaya yang menjaga akar tradisi tetap hidup. Sanggar ini tidak hanya menjadi tempat belajar seni, tetapi juga ruang kreatif bagi generasi muda untuk mengekspresikan diri sekaligus mencintai warisan budaya daerah.

Didirikan pada 6 Juli 2021 oleh Sunario Adema bersama Ibu Arita, sanggar ini lahir dari semangat kuat untuk melestarikan budaya lokal Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat. Sejak awal, sanggar diarahkan sebagai wadah pembinaan seni yang terbuka bagi semua kalangan.

Pelaku seni sanggar Sanggar Segentar Alam, Fransiska Ariska, menjelaskan bahwa sanggar tidak hanya berfokus pada pelestarian, tetapi juga pengembangan potensi generasi muda di bidang seni. Tujuan utama sanggar adalah menggali dan mengangkat potensi budaya lokal agar dapat dikenal lebih luas, bahkan hingga ke tingkat nasional, melalui berbagai kegiatan seni yang melibatkan masyarakat secara aktif.

“Sejak awal berdiri, sanggar ini menjadi wadah melestarikan budaya lokal sekaligus menampung generasi muda untuk berkarya di dunia seni,” kata Fransiska dalam Obrolan RRI Suara Nusantara, Rabu 29 April 2026.

Ia mengungkapkan, Antusiasme masyarakat pun terbilang tinggi untuk menjadi bagian dari para pengiat seni di Sanggar. Sejak berdiri, sanggar ini berhasil menarik minat anak-anak hingga orang dewasa untuk terlibat dalam berbagai kegiatan seni, mulai dari latihan rutin hingga pementasan.

Ia menceritakan, dalam proses pembinaan, disiplin dan penghayatan menjadi nilai utama yang ditanamkan. Setiap anggota didorong untuk tidak hanya tampil, tetapi juga memahami makna di balik setiap gerakan dan karya yang ditampilkan.

Dikatakan Fransiska, bidang seni yang dikembangkan meliputi tari dan musik tradisional. Keberagaman budaya tercermin dari materi latihan yang mencakup tari Dayak, Melayu, hingga Tionghoa, menjadikan sanggar ini sebagai miniatur harmoni budaya di Sanggau.

Sementara itu, disampaikan Siska tak hanya seni pertunjukan, sanggar juga aktif mengembangkan kerajinan tangan khas daerah, seperti kalenka. Upaya ini menjadi bagian dari pelestarian budaya berbasis kearifan lokal yang memiliki nilai ekonomi dan identitas daerah.

Sanggar Segentar Alam kata Siska, membuka kesempatan luas bagi masyarakat yang ingin bergabung. Dengan syarat mendapat izin orang tua, siapa pun baik anak-anak maupun dewasa dapat menjadi bagian dari upaya menjaga dan mengembangkan budaya lokal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....