Sanggar Segentar Alam Lestarikan Budaya Lokal Sanggau
- 29 Apr 2026 18:26 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Sanggar sebagai tempat wadah melestarikan kebudayaan-kebudayaan lokal berperan penting dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai tradisi di tengah arus modernisasi. Di tempat ini, berbagai bentuk kesenian seperti tari, musik, teater, hingga kerajinan tangan diajarkan dan diwariskan kepada generasi muda dan sanggar tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga ruang berkarya dan berekspresi.
Salah satu sanggar yang telah cukup lama berdiri adalah Sanggar Segentar Alam Kabupaten Sanggau yang berdiri pada tahun 2021 dengan tujuan menjadi wadah untuk melestarikan budaya-budaya lokal yang ada di Kabupaten Sanggau. Melalui berbagai kegiatan seni dan budaya, sanggar ini berperan aktif dalam menjaga serta mengembangkan warisan tradisi agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi muda.
Pelaku seni Sanggar Segentar Alam Sanggau, Fransiska Ariska, mengungkapkan bahwa sanggar ini juga menampung generasi muda yang ingin berkesenian serta berkarya di dunia seni. Selain itu, sanggar ini menjadi wadah untuk menggali informasi budaya lokal yang ada di Sanggau sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda dengan tetap mengikuti perkembangan zaman agar budaya lokal tetap relevan dan dikenal luas.
"Sanggar ini juga menampung para generasi muda yang mau berkesenian didunia seni dan menggali informasi budaya lokal yang ada di sanggau serta memperkenalkan pada generasi muda yang ada di sanggau dengan terus mengikuti perkembangan zaman," kata Fransiska dalam Program Obrolan Suara Nusantara, Rabu 29 April 2026.
Menurutnya, Anggota-anggota Sanggar Segentar Alam sejak tahun 2001 diketahui telah banyak yang bergabung, seiring berjalannya waktu, sebagian anggota melanjutkan pendidikan dan bekerja di luar daerah sehingga jumlah keanggotaan mengalami perubahan. Meski demikian, para anggota tetap terhubung dengan sanggar melalui media sosial dan masih menunjukkan keterlibatan dalam kegiatan seni yang dilakukan.
"Anggota dari Segentar Alam sebenarnya dari tahun 2001 sudah banyak sekali yang mengikuti sanggar ini, namun karena ada yang mengikuti pendidikan diluar daerah kemudian ada yang bekerja di luar daerah jadi semangkin bertambah ada juga berkurangnya itu bukan berarti anggota - anggota tidak lagi bergabung ke sanggar segentar alam tapi hanya melalui sosial media ," ucapnya.
Keberadaan Sanggar Segentar Alam kata Fransiska, tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga menjadi jembatan bagi generasi muda untuk tetap terhubung dengan seni dan tradisi daerah. Melalui berbagai kegiatan yang terus dikembangkan, sanggar ini diharapkan mampu menjaga eksistensi budaya lokal di tengah perkembangan zaman serta memperkuat identitas budaya di Kabupaten Sanggau, khususnya Bumi Daranante.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....