Merindukan Baitullah, Calon Jamaah Diingatkan Siapkan Diri Sejak Dini

  • 03 Jun 2026 12:50 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong Menunaikan ibadah haji dan umrah menjadi impian besar jutaan umat Islam di seluruh dunia. Namun, mewujudkan cita-cita menjadi tamu Allah SWT tidak cukup hanya dengan menyiapkan biaya perjalanan. Calon jamaah juga perlu mempersiapkan diri secara matang, mulai dari aspek spiritual, kesehatan, pengetahuan ibadah, hingga kesiapan mental agar mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik dan khusyuk.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sanggau, Muhammad Hasbi, mengatakan persiapan menuju Tanah Suci idealnya dilakukan jauh sebelum jadwal keberangkatan. Menurutnya, semakin baik persiapan yang dilakukan, semakin besar peluang jamaah untuk menjalankan ibadah secara optimal dan memperoleh manfaat spiritual yang maksimal.

"Persiapan menjadi tamu Allah harus dilakukan sejak dini. Selain menabung biaya perjalanan, jamaah juga perlu meningkatkan pemahaman agama dan menjaga kesehatan agar dapat menjalankan ibadah secara optimal," ujar Muhammad Hasbi dalam program Obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Rabu 3 Juni 2026.

Ia menjelaskan, ibadah haji dan umrah merupakan perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental. Oleh karena itu, calon jamaah perlu memahami tata cara pelaksanaan ibadah, memperbanyak latihan manasik, serta membiasakan diri dengan aktivitas ibadah yang akan dijalani selama berada di Makkah dan Madinah.

Dijelaskannya, selain pemahaman agama, kondisi kesehatan juga menjadi faktor penting yang harus diperhatikan. Mengingat rangkaian ibadah haji dan umrah membutuhkan aktivitas fisik yang cukup tinggi, calon jamaah disarankan menjaga pola hidup sehat, rutin berolahraga, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebelum keberangkatan.

Muhammad Hasbi menegaskan bahwa keberhasilan ibadah haji dan umrah tidak hanya diukur dari keberangkatan ke Tanah Suci atau selesainya seluruh rangkaian ibadah. Menurutnya, makna sejati dari ibadah tersebut tercermin dari perubahan sikap dan perilaku seseorang setelah kembali ke tengah masyarakat.

"Keberhasilan ibadah haji dan umrah tidak hanya diukur dari keberangkatan ke Tanah Suci, tetapi juga dari perubahan perilaku, meningkatnya keimanan, dan kepedulian terhadap sesama setelah kembali ke tanah air," katanya.

Ia menambahkan, haji dan umrah yang mabrur seharusnya mampu membentuk pribadi yang lebih disiplin, lebih peduli terhadap lingkungan sosial, serta semakin taat dalam menjalankan perintah agama. Nilai-nilai yang diperoleh selama berada di Tanah Suci diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Hasbi, masyarakat yang saat ini masih menunggu kesempatan berangkat tidak perlu berkecil hati. Masa penantian justru dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ibadah, memperdalam ilmu agama, memperbaiki akhlak, serta mempersiapkan kemampuan finansial secara bertahap dan terencana.

Ia juga mengajak umat Islam untuk terus memanjatkan doa dan menjaga niat yang tulus dalam meraih kesempatan beribadah ke Baitullah. Sebab, selain usaha dan persiapan, keberangkatan ke Tanah Suci juga merupakan panggilan serta kehendak Allah SWT kepada hamba-Nya.

"Semoga Allah SWT memudahkan langkah setiap Muslim yang merindukan Baitullah dan menjadikannya tamu Allah yang memperoleh keberkahan dunia dan akhirat," ujarnya.

Hasbi menyampaikan, dengan persiapan yang matang dan niat yang ikhlas, ibadah haji maupun umrah diharapkan tidak hanya menjadi perjalanan menuju Tanah Suci, tetapi juga menjadi momentum transformasi diri menuju kehidupan yang lebih baik, lebih religius, dan lebih bermanfaat bagi sesama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....