Haji Bukan Sekadar Perjalanan Fisik menuju Mekah

  • 03 Jun 2026 10:18 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Tidak sedikit umat Islam yang menyimpan kerinduan mendalam untuk dapat melihat Ka'bah secara langsung meski belum pernah menginjakkan kaki di Tanah Suci. Kerinduan tersebut menunjukkan bahwa ibadah haji tidak hanya dimaknai sebagai perjalanan fisik ke Mekah, tetapi juga sebagai perjalanan spiritual yang membawa hati semakin dekat kepada Allah SWT.

Kepala Kantor Kementrian Haji dan Umrah Kabupaten Sanggau Muhammad Hasbi, mengungkapkan bahwa dalam pelaksanaannya, haji mengajarkan berbagai nilai penting, mulai dari keikhlasan, kesabaran, pengorbanan, hingga kepatuhan kepada perintah Allah. Setiap rangkaian ibadah yang dijalankan para jemaah menjadi simbol perjalanan seorang hamba dalam membersihkan diri.

"Apabila ada orang yang belum pernah melihat Ka'bah secara langsung tapi hatinya begitu rindu kepada baitullah. Nah oleh karenanya haji sesungguhnya bukan perjalanan fisik di Mekah. Haji adalah perjalanan hati menuju Allah SWT," kata Hasbi dalam Obrolan Mutiara Pagi Islam RRI Sanggau, Rabu 3 Juni 2026.

Muhammad Hasbi juga menyampaikan bahwa Rasulullah SAW menjelaskan besarnya keutamaan ibadah haji dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari. Beliau bersabda, Haji yang mabrur tidak ada balasan baginya selain surga, hadis ini menunjukkan bahwa haji bukan sekadar ibadah yang menguras tenaga, waktu, dan biaya, tetapi juga merupakan amalan yang memiliki pahala besar.

"Haji yang mabrur itu tidak ada balasan baginya kecuali surga," jelasnya.

Setiap Muslim yang menunaikan ibadah haji kata Hasbi, hendaknya berupaya meraih predikat haji mabrur dengan menjaga keikhlasan, memperbanyak amal saleh, serta menjauhi segala perbuatan yang dapat mengurangi kesempurnaan ibadahnya. Sebab, kemabruran haji tidak hanya tercermin saat seseorang berada di Tanah Suci, tetapi juga terlihat dari perubahan sikap dan perilakunya setelah kembali.

"Kalo dari dua hadist ini sanggat luar biasa bagaimana hati - hati di bersihkan, dosa di ampuni dan hidup di perbaharui, maka tidak mengherankan jika sepanjang sejarah maka umat Islam selalu merindukan kesempatan untuk menjadi tamu Allah," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....