Taubat sebelum Terlambat, KUA Bonti Tekankan Pentingnya Menjaga Kebersihan Hati

  • 02 Jun 2026 16:36 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Bertaubatlah sebelum hati berkarat dan terkunci menjadi pesan penting yang kembali diingatkan kepada umat Islam agar senantiasa menjaga kebersihan hati. Selain itu, umat Muslim juga diajak untuk terus memperbaiki diri sebelum datang waktu yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan manusia.

Pelaksana Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bonti, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sanggau, Karyadi menjelaskan bahwa setiap muslim diperintahkan untuk segera bertaubat atas segala dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan. Menurutnya, taubat tidak boleh ditunda karena hati yang terus-menerus dibiarkan dalam kemaksiatan dapat menjadi keras, berkarat, bahkan terkunci sehingga sulit menerima petunjuk Allah SWT.

“Bertaubatlah sebelum hati berkarat dan terkunci, ketika hati sudah tertutup oleh dosa-dosa yang dilakukan secara terus-menerus tanpa penyesalan, maka akan semakin sulit menerima kebenaran dan hidayah dari Allah SWT,” ungkap Karyadi dalam obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Selasa 2 Juni 2026

Ia menjelaskan bahwa terdapat dua waktu yang harus menjadi perhatian setiap muslim, yang pertama sebelum datangnya kematian yang dapat menjemput kapan saja tanpa diketahui oleh manusia. Kedua, sebelum matahari terbit dari arah barat sebagai salah satu tanda besar hari kiamat, di mana pada saat itu pintu taubat telah ditutup dan penyesalan tidak lagi memberikan manfaat.

Disisi lain , Karyadi menyampaikan bahwa Allah SWT masih membuka pintu taubat seluas-luasnya bagi hamba-Nya yang ingin kembali ke jalan yang benar. Oleh karena itu, umat Islam hendaknya memperbanyak istighfar, memperbaiki ibadah, meninggalkan perbuatan maksiat, serta meningkatkan amal saleh sebagai bekal kehidupan dunia dan akhirat.

“Jangan menunggu usia tua atau menunggu sakit untuk bertaubat, selama kesempatan masih diberikan Allah SWT, maka segeralah kembali kepada-Nya dengan taubat yang sungguh-sungguh,” jelasnya.

Karyadi menambahkan bahwa muhasabah atau introspeksi diri perlu dilakukan secara rutin agar setiap muslim dapat mengevaluasi amal perbuatannya. Dengan hati yang bersih dan senantiasa mengingat Allah SWT, seseorang akan lebih mudah menerima nasihat, menjalankan perintah agama, dan menjauhi larangan-Nya.

Diharapkan umat Islam dapat memanfaatkan waktu yang masih tersedia untuk memperbanyak amal kebajikan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan demikian, setiap muslim dapat meraih keselamatan serta kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat.

“Selagi pintu taubat masih terbuka, mari kita perbaiki diri, memohon ampun kepada Allah SWT dan menjadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....