Keutamaan Puasa Arafah, Momen Introspeksi dan Mengendalikan Diri

  • 26 Mei 2026 19:52 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Puasa Arafah dinilai membawa banyak pelajaran tentang kesabaran, keikhlasan, serta pengendalian diri bagi umat Islam menjelang Iduladha. Ibadah sunnah tersebut juga menjadi sarana memperkuat ketakwaan menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern sekarang.

Penghulu KUA Kecamatan Bonti, Juliansyah, mengatakan puasa sunnah menjadi bagian penting membangun kedekatan spiritual antara manusia dengan Allah. Ia menjelaskan ibadah tersebut melatih kesabaran sekaligus membiasakan umat Islam menahan hawa nafsu dalam kehidupan sehari-hari.

“Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah mengajarkan manusia memahami arti perjuangan sebelum merasakan kebahagiaan Hari Raya Iduladha. Ibadah tersebut juga menjadi sarana melatih kesabaran serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala,” ujar Juliansyah dalam Program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Sanggau, Selasa 26 Mei 2026.

Disampaikannya, konsep kebahagiaan dalam Islam selalu diiringi perjuangan serta pengorbanan sebelum mencapai rasa syukur yang sesungguhnya. Nilai tersebut penting diterapkan supaya masyarakat lebih menghargai proses kehidupan dan tidak mudah menyerah menghadapi kesulitan.

“Setiap ibadah dalam Islam mengandung pelajaran tentang perjuangan, kesabaran, dan keikhlasan menjalani berbagai ujian kehidupan manusia sehari-hari. Kebahagiaan sejati akan terasa lebih bermakna ketika seseorang mampu melewati proses perjuangan dengan penuh keimanan,” katanya.

Ia menjelaskan, semangat belajar agama juga menjadi bagian penting memahami makna ibadah dan meningkatkan kualitas ketakwaan kepada Allah. Menurutnya, pemahaman tersebut membantu umat Islam menjalani kehidupan lebih tenang, bijaksana, serta memiliki tujuan spiritual yang jelas.

“Belajar agama harus dilakukan terus menerus supaya manusia memahami mana perintah dan larangan dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu agama menjadi pedoman penting menjaga perilaku serta memperkuat hubungan manusia dengan Allah dan sesama,” ungkapnya.

Masyarakat kata Juliansyah diharapkan dapat memanfaatkan momentum Hari Arafah memperbanyak ibadah sunnah serta memperkuat pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari. Kesabaran dan keikhlasan menjadi kunci menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih damai serta penuh keberkahan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....