Hidup Sementara, Bekal Menuju Akhirat
- 02 Jun 2026 08:16 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Kehidupan manusia di dunia pada hakikatnya hanyalah sebuah persinggahan sementara yang akan dilalui sebelum menuju kehidupan yang kekal di akhirat. Pemahaman tersebut dinilai penting untuk terus ditanamkan agar masyarakat tidak terlena oleh urusan dunia semata dan tetap mengutamakan nilai-nilai keimanan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Kepala KUA Kecamatan Sekayam, Harbani, dalam Obrolan program Mutiara Pagi Islam di RRI Entikong, Senin 1 Juni 2026 mengatakan manusia perlu menyadari bahwa kehidupan di dunia bukanlah tujuan akhir, melainkan tempat untuk mempersiapkan bekal terbaik menuju kehidupan setelah kematian. Menurutnya, kesadaran tersebut dapat menjadi pengingat agar setiap individu lebih berhati-hati dalam bersikap, bertindak, dan mengambil keputusan dalam kehidupan.
“Bumi ini bukanlah tempat tinggal yang abadi, melainkan tempat persinggahan sementara bagi manusia untuk beribadah, berbuat kebaikan, dan mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat yang kekal,” ungkap Harbani.
| Baca juga: Bekal Menjadi Tamu Allah di Baitullah |
Menurutnya, banyak manusia yang terkadang terlalu fokus mengejar kesenangan dunia sehingga melupakan tujuan utama kehidupan yang sesungguhnya. Oleh karena itu, diperlukan keseimbangan antara memenuhi kebutuhan duniawi dengan tetap menjaga kualitas ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT secara konsisten dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan setiap waktu yang diberikan Allah SWT hendaknya dimanfaatkan sebaik mungkin untuk melakukan berbagai amal saleh yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Selain menjadi bekal di akhirat kelak, perbuatan baik juga dapat menciptakan kehidupan sosial yang lebih harmonis, damai, dan penuh keberkahan di tengah masyarakat.
Harbani menambahkan kesadaran bahwa kehidupan dunia bersifat sementara dapat membantu seseorang lebih bijaksana dalam menyikapi berbagai ujian, cobaan, maupun keberhasilan yang diperoleh selama hidup. Dengan pemahaman tersebut, seseorang diharapkan tidak mudah terjerumus pada sikap berlebihan dalam mencintai dunia serta senantiasa mengutamakan nilai-nilai spiritual dalam kehidupannya.
“Oleh karena itu, setiap Muslim hendaknya memanfaatkan waktu yang diberikan dengan memperkuat keimanan, menjaga amal saleh, serta senantiasa mengingat bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT,” katanya.
Harbani berharap masyarakat dapat menjadikan pemahaman tentang hakikat kehidupan sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, setiap langkah kehidupan yang dijalani tidak hanya berorientasi pada keberhasilan duniawi, tetapi juga menjadi bekal berharga untuk meraih kebahagiaan dan keselamatan di akhirat kelak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....