Cinta kepada Allah Jadi Sumber Ketenangan Hidup

  • 26 Mei 2026 08:33 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong Di tengah kehidupan yang dipenuhi berbagai kenikmatan dunia, manusia sering kali terlena oleh harta, jabatan, dan kesenangan sementara. Padahal, seluruh yang ada di dunia bersifat fana, sedangkan Allah SWT adalah satu-satunya yang Maha Kekal dan menjadi tempat kembali seluruh makhluk.

Pelaksana Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sekayam, H. Kadarusno, mengatakan manusia seharusnya menempatkan cinta kepada Allah di atas segalanya. Menurutnya, segala sesuatu yang dicintai di dunia pada akhirnya akan hilang atau ditinggalkan, sementara Allah SWT tetap abadi dan tidak pernah meninggalkan hamba-Nya.

“Mengapa kita harus menempatkan cinta Allah di atas segalanya? Karena dunia ini fana sedangkan Allah itu kekal. Apa yang kita cintai di dunia ini, baik jabatan, harta, bahkan orang-orang terkasih, suatu saat pasti akan meninggalkan kita atau kita yang meninggalkan mereka,” ujar Kadarusno dalam program Obrolan Mutiara Pagi Islam RRI Sanggau, Senin 25 Mei 2026.

Ia menjelaskan, terlalu mencintai dunia sering kali berujung pada rasa kecewa dan sakit hati. Sebab, kehidupan dunia bersifat tidak pasti dan mudah berubah sesuai keadaan.

Sebaliknya, kata Kadarusno ketika seseorang lebih mencintai Allah SWT, maka hati akan dipenuhi rasa cukup, ketenangan, dan kedamaian. Ketenangan tersebut dinilai tidak mudah hilang meskipun seseorang menghadapi berbagai ujian hidup.

“Kedua, dunia akan mengecewakan sedangkan Allah akan menenangkan. Berharap dan mencintai dunia terlalu dalam sering kali berujung pada sakit hati dan kekecewaan. Namun mencintai Allah akan membuahkan rasa cukup dan kedamaian dalam hati,” jelasnya.

Kadarusno menambahkan, cinta kepada Allah SWT juga akan membawa seseorang merasakan manisnya iman. Hal itu sebagaimana sabda Rasulullah SAW bahwa ada tiga perkara yang apabila dimiliki seseorang, maka ia akan merasakan manisnya iman.

“Salah satunya yaitu menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai daripada segala sesuatu selain keduanya. Hadis riwayat Bukhari dan Muslim ini menunjukkan bahwa cinta kepada Allah bukan hanya tanda keimanan, tetapi juga sumber ketenangan hidup,” katanya.

Kadarusno berharap masyarakat dapat memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT di tengah tantangan kehidupan modern saat ini. Dengan menempatkan cinta kepada Allah di atas segalanya, manusia diyakini akan lebih mampu menghadapi ujian hidup dengan hati yang tenang dan penuh rasa syukur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....