KUA Kecamatan Beduai Ajak Masyarakat Biasakan Husnuzon
- 14 Jul 2026 11:19 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID - Menyikapi derasnya arus informasi di era digital yang kerap memicu kesalahpahaman, fitnah, dan prasangka di tengah masyarakat, umat Islam diingatkan untuk senantiasa mengedepankan sikap husnuzon atau berbaik sangka sebagai kunci menjaga ukhuwah Islamiah. Sikap tersebut dinilai mampu memperkuat persaudaraan sesama muslim sekaligus mencegah terjadinya perpecahan akibat informasi yang belum tentu benar.
Pelaksana Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Beduai, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sanggau, Edi Fakhrudi mengatakan bahwa seluruh kaum muslimin dipersatukan oleh kalimat tauhid Laa Ilaaha Illallah. Oleh karena itu, jangan sampai ikatan persaudaraan yang kokoh tersebut rusak hanya karena fitnah, prasangka, maupun kesalahpahaman yang sebenarnya masih dapat diluruskan.
"Sesama muslim adalah saudara yang dipersatukan oleh kalimat Laa Ilaaha Illallah, Jangan sampai ukhuwah Islamiah rusak hanya karena berita yang belum jelas, fitnah, ataupun kesalahpahaman yang belum dikonfirmasi kebenarannya," ungkap Edi Fakhrudi dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Selasa 14 Juli 2026.
Menurutnya, husnuzon bukan hanya diwujudkan kepada sesama manusia, tetapi juga kepada Allah SWT. Berbaik sangka kepada Allah berarti meyakini bahwa seluruh ketetapan-Nya mengandung hikmah terbaik bagi hamba-Nya, meskipun terkadang belum mampu dipahami oleh manusia.
Ia menjelaskan bahwa salah satu keutamaan husnuzon adalah menghadirkan ketenangan hati, memperkuat keimanan, menjaga persatuan umat, serta menghindarkan seseorang dari dosa akibat menuduh, menggunjing, maupun menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Sebaliknya, lawan dari husnuzon adalah suuzon atau buruk sangka yang dapat melahirkan kebencian, permusuhan, hingga memutus tali silaturahmi.
"Husnuzon kepada Allah dan sesama adalah kunci ketenangan hati serta terjaganya persaudaraan umat," katanya.
Edi menyampaikan, membiasakan husnuzon dengan mengendalikan pikiran negatif dan melakukan tabayun terhadap setiap informasi yang diterima. Berikan kesempatan kepada orang lain untuk menjelaskan keadaan yang sebenarnya sebelum mengambil kesimpulan.
"Jangan mudah menilai kondisi seseorang hanya dari apa yang terlihat, bisa jadi apa yang kita sangka tidak sesuai dengan kenyataan", ucapnya.
Ia menambahkan, kehidupan digital saat ini menuntut masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial, karena dengan informasi yang tersebar dengan cepat harus disikapi secara kritis tanpa terburu-buru mempercayai ataupun menyebarkannya sebelum dipastikan kebenarannya. Melalui sikap husnuzon, umat Islam diharapkan mampu menjaga persatuan, memperkuat ukhuwah Islamiah, serta menciptakan kehidupan yang damai dan penuh kasih sayang di tengah keberagaman masyarakat.
"Jadikan husnuzon sebagai bagian dari akhlak dalam kehidupan sehari-hari, berbaik sangka kepada Allah dan sesama akan menjaga hati, mempererat persaudaraan, serta menghadirkan kedamaian di tengah kehidupan modern," kata Edi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....