Dzulhijjah Momentum Mengembalikan Cinta Kepada Allah SWT

  • 25 Mei 2026 07:57 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Menyambut datangnya bulan Dzulhijjah, umat Islam diingatkan agar tidak terlena dengan kecintaan berlebihan terhadap kehidupan dunia yang dapat menjauhkan manusia dari Allah SWT. Momentum bulan mulia tersebut menjadi pengingat penting bagi setiap muslim untuk kembali memperkuat iman, meningkatkan ketakwaan, dan mendahulukan cinta kepada Allah SWT di atas segala hal.

Pelaksana Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sekayam Kantor Kementrian Agama Kabupaten Sanggau, Kadarusno, menyampaikan bahwa Islam tidak melarang umatnya mencari harta, jabatan, maupun kebahagiaan hidup di dunia. Namun, ketika kecintaan terhadap dunia membuat manusia lalai beribadah dan menjauh dari perintah Allah SWT, maka hal tersebut menjadi peringatan besar bagi umat Islam.

“Ketika cinta kepada dunia mengalahkan cinta kepada Allah SWT, manusia akan lebih sibuk mengejar kenikmatan dunia hingga melupakan ibadah, meninggalkan salat, enggan bersedekah, dan jauh dari rasa syukur,” ungkap Kadarusno dalam obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Senin 25 Mei 2026.

Ia menjelaskan, terdapat beberapa tanda cinta dunia telah mengalahkan cinta kepada Allah SWT, di antaranya terlalu mengejar harta tanpa mempedulikan halal dan haram, lebih mementingkan urusan dunia dibanding ibadah, merasa berat menjalankan perintah agama, serta kurang peduli terhadap sesama. Menurutnya, cara mengembalikan cinta kepada Allah SWT dapat dilakukan dengan memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, memperbanyak dzikir, menghadiri majelis ilmu, bersedekah, serta selalu mengingat bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara.

Selain itu, ibadah qurban pada bulan Dzulhijjah juga mengandung pelajaran besar tentang keikhlasan dan ketaatan kepada Allah SWT. Kisah Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan menyembelih putranya, Nabi Ismail AS, menjadi teladan bahwa cinta kepada Allah SWT harus berada di atas segala bentuk kecintaan terhadap dunia.

“Dari kisah Nabi Ibrahim AS, kita belajar bahwa apa yang paling kita cintai di dunia harus siap kita korbankan demi ketaatan kepada Allah SWT, Allah tidak akan membuat hamba-Nya sengsara bagi mereka yang menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya,” jelasnya.

Di tambahkannya, dampak buruk cinta dunia berlebihan dapat membuat hati menjadi keras, hidup tidak tenang, mudah iri dan sombong, serta menjauhkan manusia dari keberkahan hidup. Karena itu, umat Islam diingatkan agar menjadikan dunia hanya sebagai sarana untuk beribadah dan mencari ridha Allah SWT.

Kadarusno berpesan agar masyarakat memanfaatkan momentum bulan Dzulhijjah untuk memperbaiki diri dan meningkatkan amal saleh dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, umat Islam diharapkan dapat memperkuat kepedulian sosial kepada sesama melalui ibadah qurban, sedekah, serta berbagai bentuk kebaikan lainnya.

“Jangan sampai dunia membuat kita lupa kepada Allah SWT, jadikan Dzulhijjah sebagai momentum memperkuat iman, memperbanyak amal saleh, dan menumbuhkan keikhlasan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....