Tabungan Kecil menuju Ibadah Kurban Penuh Makna
- 22 Mei 2026 15:45 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Semangat berkurban tidak selalu bergantung pada besarnya kemampuan ekonomi seseorang, tetapi juga dibangun melalui niat, keikhlasan, dan perjuangan dalam mempersiapkananya. Umat Muslim perlu meneladani semangat pengorbanan yang diajarkan dalam Hari Raya Iduladha.
Pelaksana Kantor Urusan Agama KUA Kecamatan Kapuas, Muhiban, mengatakan banyak masyarakat mulai mempersiapkan ibadah kurban jauh hari melalui cara sederhana seperti menabung maupun mencicil dana kurban setiap bulan. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bentuk kesungguhan umat Islam menjalankan syariat agama.
“Banyak masyarakat yang mulai mencicil tabungan kurban sedikit demi sedikit setiap bulan demi bisa melaksanakan ibadah kurban saat Hari Raya Iduladha. Hal itu menunjukkan bahwa semangat berkurban dapat dibangun melalui niat yang kuat dan perjuangan yang sungguh-sungguh,” ujar Muhiban dalam Program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Sanggau, Jumat 22 Mei 2026.
Menurutnya, Ibadah kurban, tidak semata-mata dinilai dari besar kecilnya hewan yang disembelih, tetapi juga dari keikhlasan seseorang dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Niat yang tulus menjadi bagian penting dalam menjalankan ibadah kurban.
| Baca juga: Bekal Menjadi Tamu Allah di Baitullah |
“Kalau niat seseorang benar-benar karena Allah, maka perjuangan mempersiapkan kurban akan terasa lebih ringan. Ibadah kurban bukan untuk mendapatkan pujian manusia, tetapi sebagai bentuk ketaatan dan pendekatan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala,” katanya.
Muhiban mengungkapkan semangat berkurban juga mengajarkan masyarakat untuk belajar berbagi kepada sesama, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan. Nilai tersebut menurutnya menjadi bagian penting memperkuat rasa persaudaraan dan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.
“Dalam ibadah kurban ada nilai berbagi dan kebersamaan karena daging kurban nantinya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Momentum tersebut mengajarkan umat Islam supaya tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga peduli terhadap lingkungan sekitar,” katanya.
Muhiban berharap masyarakat terus menjaga semangat beribadah dan tidak menyerah meskipun menghadapi keterbatasan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari. Niat baik serta kesungguhan akan membantu seseorang menemukan jalan untuk menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....