Meneladani Jiwa Nabi Ibrahim di tengah Krisis Akhlak Manusia
- 22 Mei 2026 09:49 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Perkembangan zaman yang semakin modern punya banyak perubahan yang membuat manusia lupa akan kodratnya, tantangan terhadap akhlak dan moral generasi saat ini semakin nyata. Sikap individualis, kurang peduli terhadap sesama, serta lunturnya rasa syukur menjadi perhatian bersama dalam kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, penting bagi umat Muslim meneladani sifat mulia Nabi Ibrahim AS sebagai sosok yang penolong, murah hati, dan senantiasa bersyukur kepada Allah SWT.
Penyuluh Agama Islam Kecamatan Parindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sanggau, Ageng Setia Perdana mengatakan bahwa akhlak Nabi Ibrahim AS sangat relevan diterapkan dalam kehidupan masa kini, terutama di tengah kondisi moral masyarakat yang mulai mengalami kemerosotan. Menurutnya, Nabi Ibrahim AS dikenal sebagai pribadi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama, gemar menolong, serta tidak pernah lelah bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
“Rusaknya akhlak zaman saat ini, umat Muslim harus mampu membangun jiwa seperti Nabi Ibrahim dalam diri kita masing-masing, yakni menjadi pribadi yang suka menolong, murah hati, dan selalu bersyukur dalam segala keadaan,” ungkap Ageng Setia Perdana dalam obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Kamis 21 Mei 2026.
Ia menjelaskan bahwa rasa syukur bukan hanya diucapkan melalui lisan, tetapi juga diwujudkan melalui perilaku sehari-hari, seperti membantu orang yang membutuhkan, menjaga hubungan baik dengan sesama, serta menggunakan nikmat yang dimiliki di jalan kebaikan. Selain itu, sifat murah hati juga dinilai mampu mempererat persaudaraan dan mengurangi sikap egois di tengah masyarakat.
“Rasa syukur tidak cukup diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui kepedulian, membantu sesama, dan memiliki sikap murah hati yang mampu mempererat persaudaraan serta mengurangi sifat egois di tengah masyarakat,” jelasnya.
Ageng juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari agar tidak mudah terpengaruh oleh perilaku negatif yang berkembang di era modern. Ketika seseorang memiliki hati yang peduli dan ringan membantu orang lain, maka kehidupan sosial akan terasa lebih damai dan penuh kebersamaan.
“Meneladani Nabi Ibrahim AS bukan hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam akhlak dan kepedulian sosial. Dengan jiwa yang penolong, murah hati, dan penuh syukur, insya Allah kehidupan akan lebih berkah dan harmonis,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....