Lingkungan Sehat dan Suportif, Bentuk Karakter Baik Generasi Muda
- 21 Mei 2026 12:52 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Pergaulan bebas dan pengaruh lingkungan negatif dinilai semakin mengancam perkembangan moral generasi muda saat ini. Keterlibatan berbagai pihak seperti keluarga, sekolah, serta masyarakat, menjadi kunci dalam menjaga pembentukan karakter anak sejak usia dini.
Penyuluh Agama Islam Kecamatan Parindu, Ageng Setia Perdana, mengatakan pendidikan karakter tidak cukup dilakukan dalam lingkungan sekolah semata. Pembentukan akhlak menurutnya membutuhkan dukungan berkelanjutan dari keluarga dan lingkungan sekitar tempat anak bertumbuh.
| Baca juga: Salat Disiplin, Hidup Lebih Terarah |
“Sekolah pertama bagi anak sebenarnya berada dalam lingkungan keluarga sebelum mengenal pendidikan formal di luar rumah. Apabila pondasi keluarga lemah, maka anak lebih mudah terpengaruh pergaulan yang merusak moral kehidupannya,” ungkap Ageng dalam Program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Sanggau, Kamis 21 April 2026.
Ia menyampaikan, orang tua perlu memperkuat komunikasi, pengawasan, serta kegiatan positif bersama anak dalam kehidupan sehari-hari di rumah. Langkah tersebut dinilai mampu mengurangi ketergantungan anak terhadap pengaruh negatif lingkungan maupun penggunaan media sosial berlebihan.
“Anak yang mendapatkan perhatian dan kedekatan emosional dari keluarga biasanya lebih mudah diarahkan menuju perilaku positif. Orang tua juga harus menjadi teladan agar nasihat diberikan mampu diterima serta dijalankan anak-anak,” katanya.
Ageng menjelaskan, lingkungan masyarakat memiliki peranan penting membangun kebiasaan positif bagi perkembangan moral generasi muda saat ini. Kegiatan sosial, keagamaan, dan gotong royong dinilai dapat mempererat hubungan sekaligus membentuk karakter anak menjadi lebih baik.
“Kolaborasi keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat sangat dibutuhkan menghadapi tantangan perkembangan moral generasi muda sekarang ini. Ketiga unsur tersebut harus berjalan bersama membentuk karakter anak yang berakhlak dan bertanggung jawab,” katanya.
Untuk itu kata Ageng, seluruh elemen masyarakat perlu bersama-sama menghadirkan lingkungan sehat, aman, serta mendukung pendidikan karakter generasi muda secara berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah penting menjaga masa depan anak dari kerusakan moral zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....