Adab dan Akhlak sebagai Cerminan Jati Diri Muslim

  • 21 Mei 2026 09:58 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Di tengah perkembangan zaman, lunturnya nilai adab menjadi perhatian di kehidupan masyarakat saat ini. Banyak anak-anak kehilangan sopan santun, orang tua kehilangan wibawa, dan generasi muda kehilangan arah hidup serta pegangan dalam menjalani kehidupan, sehingga penting untuk kembali memperkuat nilai agama dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Penyuluh Agama Islam Kecamatan Parindu, Ageng Setia Perdana mengungkapkan bahwa kondisi tersebut menjadi tantangan bersama yang perlu mendapat perhatian serius, terutama dalam membangun kembali pendidikan akhlak di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun generasi muda. Menurutnya, peran orang tua dan lingkungan sangat penting dalam menanamkan nilai - nilai adab.

"Kehidupan di sekitar kita banyak sekali anak - anak kehilangan adab, banyak orang tua kehilangan wibawa dan banyak anak - anak muda yang kehilangan arah," ungkap Ageng dalam Program Mutiara Pagi Islam RRI Sanggau, Kamis 21 Mei 2026.

Ia menyampaikan bahwa Surah Al-Qur'an An-Nahl ayat 120 memiliki makna bahwa Nabi Ibrahim AS bukanlah nabi biasa, melainkan bapak para nabi yang telah lulus dalam berbagai ujian kehidupan, seperti ujian cinta, iman, pengorbanan, dan keteguhan tauhid. Karena ketakwaan dan ketaatannya, Allah SWT bahkan menjadikan Nabi Ibrahim AS sebagai kekasihnya.

"Surat An - Nahl ayat 120 memiliki makna bahwa Nabi Ibrahim bukanlah Nabi biasa beliau adalah bapaknya Nabi beliau adalah Nabi yang lulus dalam ujian cinta dalam ujian Iman dalam ujian pengorbanan dalam ujian tauhid, Allah bahkan menjadikan beliau sebagai kekasihnya," ujarnya.

Tambahnya bahwa ciri rusaknya akhlak manusia terlihat dari hilangnya adab dan sopan santun kepada orang yang lebih tua, maraknya kasus perzinahan, serta anggapan bahwa pacaran merupakan sebuah prestasi dalam kehidupan saat ini yang semakin memprihatinkan dan perlu menjadi perhatian. Padahal, Allah SWT telah mengingatkan umat-Nya untuk tidak mendekati perbuatan zina.

"Ciri rusaknya akhlak manusia yakni hilangnya adab dan sopan santun kepada yang lebih tua, banyaknya kasus-kasus perzinahan dan pacaran di anggap sebuah prestasi, bahkan Allah telah mengingatkan kepada kita semua untuk tidak mendekati zina," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....