Menjaga Lisan Demi Harmoni Umat
- 21 Jul 2026 16:12 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Menjaga lisan merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah perkembangan komunikasi yang semakin cepat. Kebiasaan berbicara tanpa kehati-hatian, termasuk membicarakan keburukan orang lain, dapat menimbulkan dampak yang merusak hubungan antarsesama serta mengganggu keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mukok, Sri Rahayu, dalam Obrolan program Mutiara Pagi Islam di RRI Sanggau, Jumat 21 Juli 2026 mengatakan bahwa ghibah menjadi salah satu penyakit sosial yang perlu dihindari oleh setiap Muslim karena tidak hanya merugikan orang lain, tetapi juga dapat mengurangi kualitas keimanan seseorang. Menurutnya, membiasakan menjaga lisan dan mengendalikan ucapan merupakan bagian dari akhlak mulia yang diajarkan dalam Islam untuk menciptakan kehidupan yang damai dan penuh keberkahan.
Ia menjelaskan bahwa ghibah merupakan perbuatan yang dilarang karena dapat melukai kehormatan seseorang sekaligus merusak persaudaraan di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa setiap Muslim hendaknya membiasakan menjaga ucapan dengan hanya menyampaikan perkataan yang benar, bermanfaat, dan tidak menyakiti perasaan orang lain.
"Ghibah atau membicarakan keburukan orang lain merupakan perbuatan yang dilarang dalam Islam karena dapat merusak kehormatan seseorang, memicu perpecahan, serta menghilangkan ukhuwah di tengah kehidupan bermasyarakat," ungkapnya.
Sri menyampaikan bahwa kebiasaan membicarakan keburukan orang lain sering kali dianggap sebagai hal yang biasa, padahal dampaknya dapat memunculkan fitnah, permusuhan, hingga hilangnya rasa saling percaya dalam kehidupan sosial. Oleh karena itu, setiap Muslim perlu membiasakan diri untuk lebih banyak melakukan introspeksi terhadap kekurangan diri sendiri daripada mencari dan membicarakan kesalahan orang lain.
Menurutnya, menjaga lisan tidak hanya berarti menghindari ghibah, tetapi juga membiasakan diri menyampaikan perkataan yang baik, santun, dan bermanfaat bagi sesama. Sikap tersebut akan membantu menciptakan lingkungan yang harmonis, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan budaya saling menghormati dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat.
"Menjaga lisan, memperbanyak introspeksi diri, dan membiasakan berbicara yang baik menjadi langkah penting untuk menjauhi ghibah serta mewujudkan lingkungan yang harmonis, damai, dan penuh keberkahan," katanya.
Sri Rahayu berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya menjaga lisan sebagai bagian dari ibadah dan akhlak seorang Muslim dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan setiap ucapan sebagai sarana menyebarkan kebaikan, mempererat persaudaraan, serta menciptakan kehidupan bermasyarakat yang rukun, damai, dan diridhai Allah SWT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....