Peran Iman dan Kepedulian dalam Menjaga Peradaban

  • 05 Mei 2026 23:51 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi, menjaga peradaban yang bermartabat menjadi tantangan serius bagi masyarakat. Pergeseran nilai dan kompleksitas sosial menuntut fondasi kuat agar tidak tergerus pengaruh negatif.

Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Kabupaten Sanggau, Fatkhur Rohman, menegaskan pentingnya penguatan nilai spiritual dan sosial. Hal itu disampaikannya dalam program Mutiara Pagi RRI Sanggau, Selasa 5 Mei 2026.

Menurutnya, terdapat tiga pilar utama dalam menjaga peradaban yang diridhai, yakni iman, kepedulian sosial, dan akhlak. Ketiganya harus berjalan seimbang untuk menciptakan kehidupan yang harmonis dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan, iman menjadi fondasi utama yang harus dijaga melalui ibadah konsisten seperti salat, dzikir, dan membaca Al-Qur’an. Keimanan yang kuat dinilai mampu membentengi individu dari berbagai tantangan zaman.

“Peradaban yang baik tidak hanya dibangun dari hubungan dengan Allah, tetapi juga kepedulian terhadap sesama, dimensi sosial menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan,” ujarnya.

Menurut Fatkhur, Pilar kedua, lanjutnya, adalah memperkuat kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Instrumen ini dinilai strategis dalam mengurangi kesenjangan serta memperkuat solidaritas masyarakat.

Selain itu, wakaf juga memiliki peran penting dalam pembangunan berkelanjutan berbasis umat. Pemanfaatannya mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan bersama.

Pilar ketiga adalah menjaga akhlak dan moral dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai kejujuran, amanah, dan tanggung jawab harus tetap dijunjung tinggi di tengah perubahan zaman.

Fatkhur menilai konsistensi dalam melakukan kebaikan akan membentuk karakter individu yang kuat. Dampaknya tidak hanya dirasakan secara personal, tetapi juga meluas ke lingkungan sosial.

“Menjaga kebaikan adalah ikhtiar nyata mempertahankan peradaban yang bermartabat, masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Dengan penerapan tiga pilar tersebut, kata Fatkhur, masyarakat diharapkan mampu membangun kehidupan yang damai dan seimbang. Peradaban yang kuat tidak hanya diukur dari kemajuan ekonomi, tetapi juga kualitas iman dan kepedulian sosial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....