Kartini Masa Kini, Guru Perbatasan Mengabdi

  • 21 Apr 2026 18:14 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Semangat Kartini masa kini tercermin melalui aksi nyata perempuan di Kabupaten Sanggau yang terus berkontribusi aktif dalam berbagai bidang pembangunan, khususnya di sektor pendidikan, termasuk di wilayah perbatasan Indonesia Malaysia yang memiliki tantangan tersendiri. Di tengah berbagai keterbatasan yang ada, dedikasi dan tanggung jawab tinggi tetap ditunjukkan secara konsisten demi menciptakan generasi unggul melalui dunia pendidikan.

Guru SD Negeri 06 Merau Kecamatan Entikong, Sri Minarti, mengatakan peran perempuan dalam dunia pendidikan sangat penting dan tidak tergantikan, terutama dalam membentuk karakter serta kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Ia menilai kehadiran guru perempuan memberikan pendekatan yang lebih emosional dan penuh kepedulian terhadap perkembangan anak.

“Kami dituntut mampu membagi waktu dan peran, karena perempuan itu multitalenta dan harus bisa melakukan banyak hal dalam satu waktu,” ungkap Sri Minarti dalam dialog RRI Sanggau Menyapa, Selasa 21 April 2026.

Menurutnya, keterbatasan tenaga pengajar di wilayah perbatasan membuat guru harus memiliki kemampuan manajemen waktu yang baik dan terencana. Bahkan, dalam praktiknya guru sering kali harus mengajar lebih dari satu mata pelajaran serta lintas kelas dalam waktu yang bersamaan.

Ia menjelaskan dedikasi guru perempuan di perbatasan tidak hanya sebatas mengajar di ruang kelas, tetapi juga menjadi penggerak sosial bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dilakukan di tengah keterbatasan fasilitas pendidikan serta kondisi geografis yang cukup menantang dan membutuhkan ketangguhan.

Sri menambahkan sebagian besar orang tua siswa bekerja sejak pagi hingga sore hari di ladang maupun perusahaan, sehingga waktu bersama anak menjadi sangat terbatas. Kondisi tersebut membuat guru kerap mengambil peran tambahan sebagai pengganti orang tua dalam memberikan perhatian, bimbingan, serta membentuk karakter anak secara berkelanjutan.

“Selama mengajar, bukan hanya menjalankan tugas, tetapi juga membangun empati dan berupaya menciptakan generasi unggul dari wilayah perbatasan,” katanya.

Sri berharap dukungan terhadap fasilitas dan tenaga pengajar di wilayah perbatasan dapat terus ditingkatkan secara bertahap dan berkelanjutan oleh berbagai pihak terkait. Dengan demikian, kualitas pendidikan semakin merata dan mampu mencetak generasi yang berdaya saing, sekaligus memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....