Gadget Mendominasi, Ini Jurus Jitu Bikin Murid Tetap Fokus Belajar Agama
- 18 Mei 2026 15:18 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Di tengah derasnya arus pengaruh media sosial yang kian kuat membentuk pola pikir serta perilaku anak-anak masa kini, para pendidik dituntut untuk menghadirkan pendekatan yang lebih kreatif, adaptif, dan selaras dengan dunia peserta didiknya. Upaya memahami kebiasaan, bahasa, serta keseharian anak-anak menjadi kunci agar proses pembelajaran tidak terasa kaku dan membosankan, sehingga nilai-nilai yang diajarkan tidak hanya berhenti sebagai pengetahuan, tetapi benar-benar dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Guru Pendidikan Agama Islam SDN 27 Sungai Raya, Rendi Wandera, mengatakan bahwa perkembangan teknologi dan pesatnya arus media sosial saat ini menjadi tantangan yang cukup besar bagi dunia pendidikan, terutama dalam upaya membentuk karakter anak di era digital. Para tenaga pendidik dituntut untuk mampu beradaptasi dan menyesuaikan metode pembelajaran dengan perkembangan zaman agar proses pendidikan tetap relevan, menarik, serta mampu menjangkau cara berpikir generasi muda masa kini.
“Didiklah anak sesuai zamannya. Sekarang anak-anak dekat dengan gadget dan media sosial, maka guru juga harus mampu memanfaatkan itu sebagai media pembelajaran yang positif,” ujarnya dalam Obrolan Sore Ceria Pro 2 RRI Sanggau, Sabtu 16 Mei 2026.
Dijelaskan bahwa dirinya kerap memanfaatkan istilah maupun bahasa yang sedang populer di media sosial sebagai salah satu cara untuk membangun kedekatan dengan murid-muridnya di dalam proses pembelajaran. Meski demikian, penggunaan bahasa tersebut tetap diarahkan secara positif dan terkontrol, agar anak-anak dapat lebih mudah memahami materi pelajaran agama dengan suasana yang lebih menyenangkan, komunikatif, dan tidak terasa kaku.
“Kadang saya memakai bahasa yang mereka kenal di TikTok supaya mereka merasa dekat. Tapi penggunaannya tetap diarahkan untuk hal-hal yang baik dan membangun,” katanya.
Menurutnya, pendekatan yang menyesuaikan dengan dunia anak membuat suasana belajar menjadi lebih interaktif, hidup, dan tidak mudah membosankan. Selain itu, guru saat ini tidak cukup hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga harus mampu berinovasi dan kreatif agar pembelajaran tetap menarik serta mampu bersaing dengan kuatnya pengaruh dunia digital yang terus membentuk perhatian dan kebiasaan anak-anak.
“Guru sekarang memang dituntut lebih kreatif. Kalau tidak mengikuti perkembangan zaman, anak-anak akan lebih tertarik dengan hal lain dibanding pelajaran di sekolah,” jelasnya.
Rendi berharap para pendidik dan orang tua dapat saling bersinergi dalam mendampingi anak-anak menghadapi era digital yang semakin terbuka dan penuh tantangan. Ia juga mengingatkan bahwa teknologi seharusnya dapat dimanfaatkan secara bijak sebagai sarana pendidikan dan pengembangan karakter, bukan sekadar menjadi hiburan semata yang dapat mengalihkan fokus dari nilai-nilai pembelajaran dan pembentukan kepribadian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....